Giring Tapir ke Kandang, Penjaga Singapore Zoo Malah Digigit hingga Masuk RS
Jakarta - Momen menggiring tapir kembali ke kandang berujung petaka bagi seorang penjaga di Singapore Zoo. Ia digigit satwa tersebut hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.Insiden itu terjadi pada Rabu...
Jakarta -
Momen menggiring tapir kembali ke kandang berujung petaka bagi seorang penjaga di Singapore Zoo. Ia digigit satwa tersebut hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden itu terjadi pada Rabu (26/8/2026) saat sang penjaga menjalankan tugas rutinnya. Ketika itu, dia sedang menggiring seekor tapir kembali ke kandangnya yang berada di area tertutup bagi pengunjung.
Dikutip dari The Straits Times, Minggu (30/8), juru bicara Mandai Wildlife Group mengatakan seorang penjaga lain yang berada di lokasi langsung membantu korban setelah insiden terjadi. Tapir tersebut kemudian berhasil diamankan dan dimasukkan kembali ke kandangnya tak lama setelah kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapir yang terlibat merupakan betina berusia 23 tahun. Satwa tersebut hingga kini masih berada dalam perawatan Mandai Wildlife Group.
Penjaga yang menjadi korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Juru bicara Mandai Wildlife Group menyebut kondisinya dalam proses pemulihan dan masih mendapat pengawasan medis.
"Kami terus berkomunikasi dengan karyawan tersebut dan keluarganya untuk memberikan dukungan," kata juru bicara Mandai Wildlife Group.
Menurutnya, kejadian seperti ini tergolong jarang karena tapir dikenal sebagai hewan yang pemalu dan tidak suka berkonfrontasi.
"Tapir pada umumnya merupakan hewan yang pemalu dan tidak suka berkonfrontasi, sehingga kejadian seperti ini jarang terjadi," keterangan jubir lagi.
Tapir yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui lahir di bawah perawatan Mandai Wildlife Group. Para penjaga telah merawatnya sepanjang hidup, termasuk ketika tapir itu menjalani masa kehamilan dan melahirkan anaknya.
"Hubungan yang kuat yang dibangun oleh tim perawatan satwa dengan hewan memungkinkan kami memberikan standar perawatan dan pemeliharaan yang tinggi. Pada saat yang sama, insiden ini menjadi pengingat bahwa semua satwa liar, bahkan yang sudah dikenal oleh pengasuhnya dan umumnya terbiasa dengan kehadiran manusia, dapat berperilaku tidak terduga dan berpotensi menyebabkan cedera," kata dia.
Sebagai informasi, Tapir malaya merupakan satu-satunya spesies tapir yang berasal dari Asia. Satwa tersebut masuk kategori terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang berarti memiliki risiko tinggi mengalami kepunahan di alam liar.
Mandai Wildlife Group kini tengah menyelidiki insiden itu. Prosedur operasional juga ditinjau untuk melihat apakah diperlukan langkah tambahan guna meningkatkan keselamatan penjaga satwa dan hewan yang berada dalam perawatan mereka.
(upd/fem)