pickleballvnz.com

Gempa Magnitudo 5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG: Waspada Susulan! |Republika Online

BMKG melaporkan gempa magnitudo 5,7 mengguncang Ruteng, NTT, Rabu malam. Aktivitas gempa susulan pasca-gempa besar 7,7 masih tinggi dan diperkirakan berlangsung hingga empat minggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8) malam. Pusat gempa berada di darat, tepatnya di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi pukul 23.17 WIB ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, guncangan dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat di beberapa kabupaten.

Getaran gempa dilaporkan terasa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur. Intensitas guncangan yang dirasakan warga berada pada skala III hingga IV MMI.

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi

Gempa magnitudo 5,7 ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi di zona tektonik Flores Back-Arc. Pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7, BMKG mencatat aktivitas kegempaan dengan magnitudo lebih kecil, mulai dari 4 hingga 2, masih terus berlangsung.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa peluruhan gempa susulan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Ia memproyeksikan aktivitas ini masih akan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu ke depan.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” ujar Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Rabu.

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG telah mencatat total 3.055 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, magnitudo terbesar yang tercatat adalah 6,2 dan terkecil 1,1. Sebanyak 88 kejadian gempa di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Imbauan Keselamatan dari BMKG

BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan secara real-time dan menyampaikan informasi terkini kepada warga di wilayah terdampak maupun di lokasi pengungsian. Masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Warga diimbau untuk tidak menempati bangunan atau rumah yang telah mengalami retakan struktural. Hal ini penting untuk menghindari risiko kerobohan bangunan akibat guncangan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.

Selain itu, BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau hoaks kebencanaan yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi resmi hanya melalui aplikasi dan kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara