pickleballvnz.com

Gekrafs perluas gerakan ekonomi kreatif ke daerah hingga mancanegara

Jakarta (ANTARA) - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas gerakan ekonomi kreatif ke berbagai daerah hingga mancanegara dengan mendorong perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2...

Jakarta (ANTARA) - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas gerakan ekonomi kreatif ke berbagai daerah hingga mancanegara dengan mendorong perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 yang digelar serentak di 17 negara.

“Kami ingin perayaan Hekrafnas tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga berlangsung serentak di tujuh provinsi di Indonesia dan 17 negara,” kata Ketua DPP Gekrafs Kawendra Lukistian di Jakarta, Jumat.

Kawendra menjelaskan langkah ini menjadi upaya Gekrafs untuk memperluas dampak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat diplomasi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Ia menerangkan Hari Ekonomi Kreatif Nasional diperingati setiap 24 Oktober.

Penetapan ini merupakan hasil perjuangan Gekrafs yang sejak 2022 menginisiasi Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Hingga pada 18 Oktober 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, menandatangani keputusan terkait penetapan Hekrafnas.

Ia mengatakan memasuki tahun keempat perayaannya, Gekrafs mengusung semangat yang lebih luas dengan melibatkan pelaku industri kreatif, komunitas, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri.

Perayaan ini juga sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia.

Pada tahun ini, Gekrafs merayakan Hekrafnas serentak di tujuh DPW, yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku Utara, dan Papua Barat. Sementara di luar negeri, perayaan berlangsung di 17 negara.

Sebanyak 17 negara itu di antaranya Rusia, Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab (UAE), Inggris, Amerika Serikat, Portugal, Arab Saudi, Belgia, Australia, Jepang, Tiongkok (China), serta Türkiye (Turki).

“Ini menjadi bagian dari upaya mendorong diplomasi kuliner Indonesia di mancanegara sekaligus menghadirkan dampak ekonomi bagi daerah-daerah terpilih di Nusantara Creative Walk,” kata dia.

Ia menambahkan Gekrafs juga menghadirkan rangkaian program yang berorientasi pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Program tersebut mencakup akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, pencarian talenta terbaik, pengembangan hub kreatif, literasi dan penetrasi pasar, hingga pengenalan diplomasi karya dan gastronomi Indonesia.

Ketua Panitia Hekrafnas 2026 Aqila Rahmani menegaskan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Hekrafnas 2026 kami dorong menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, dan membuka peluang pasar baru. Melalui penyelenggaraan serentak di berbagai daerah kami berharap semangat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat dan memberikan dampak yang nyata,” kata dia

Di Jakarta, Gekrafs juga akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bersama World Conference on Creative Economy.

Satu agenda yang disiapkan adalah Creative Village, yang menjadi etalase produk kreatif pilihan Indonesia dan dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD.

Puncak perayaan Hekrafnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 melalui peluncuran IP terbaru Gekrafs yang akan menjadi maskot kreativitas.

Kegiatan tersebut akan digelar di Samponoerna Strategic Square dalam program “Rekacipta Nusantara”, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Program Rekacipta Nusantara juga akan melibatkan berbagai subsektor, mulai dari kuliner yang menyajikan kekayaan makanan Nusantara hingga fesyen dan subsektor kreatif lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat promosi karya anak bangsa sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif.

“Dengan menghubungkan potensi daerah dan jejaring internasional, perayaan ini diharapkan mampu memperluas pasar, memperkuat identitas kreatif Indonesia, serta mendorong karya lokal agar semakin dikenal di dunia,” kata dia.

Baca juga: Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri kreatif AS

Baca juga: Gekrafs jadi wadah pertemukan pelaku ekraf dengan pemerintah

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.