pickleballvnz.com

Garam Himalaya vs garam laut, mana yang lebih sehat?

Jakarta (ANTARA) - Garam Himalaya dan garam laut atau sea salt sama-sama mengandung sejumlah mineral alami, tetapi perbedaan kandungannya dinilai tidak memberikan dampak besar terhadap kesehatan.Melansir laman ...

Jakarta (ANTARA) - Garam Himalaya dan garam laut atau sea salt sama-sama mengandung sejumlah mineral alami, tetapi perbedaan kandungannya dinilai tidak memberikan dampak besar terhadap kesehatan.

Melansir laman Health pada Kamis, kedua jenis garam tersebut sebagian besar terdiri atas natrium dan klorida. Keduanya juga mengandung sejumlah kecil magnesium, kalium, kalsium, tembaga, mangan, dan zat besi.

Namun, jumlah mineral tersebut terlalu kecil untuk memberikan manfaat signifikan dalam jumlah garam yang aman dikonsumsi setiap hari. Satu sendok teh garam bahkan sudah mengandung natrium dalam jumlah yang mendekati atau melebihi batas ideal 1.500 miligram per hari, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.

Garam Himalaya berasal dari tambang garam bawah tanah, sedangkan garam laut diperoleh dari air laut melalui proses penguapan menggunakan matahari dan angin.

Baca juga: Konsumsi makanan tinggi garam sebabkan masalah serius pada kesehatan

Keduanya tergolong minim pemrosesan. Garam Himalaya umumnya berwarna merah muda karena kandungan oksida besi, sedangkan garam laut biasanya berwarna putih atau sedikit abu-abu akibat mineral yang terkandung di dalamnya.

Meski kerap dianggap lebih sehat daripada garam meja, garam Himalaya dan garam laut tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Perbedaan kadar natrium antarkedua jenis garam juga relatif kecil sehingga tidak memberikan keuntungan kesehatan yang berarti.

Konsumen juga perlu memperhatikan potensi kontaminasi. Garam Himalaya dapat mengandung logam seperti aluminium, barium, silikon, dan kemungkinan timbal. Sementara itu, garam laut berpotensi mengandung mikroplastik akibat pencemaran lingkungan laut.

Kedua jenis garam tersebut juga bukan sumber yodium yang cukup. Garam meja biasanya diperkaya dengan yodium untuk membantu mencegah kekurangan yodium yang dapat mengganggu fungsi tiroid.

Yodium juga dapat diperoleh dari makanan seperti ikan, rumput laut, dan telur.

Karena itu, memilih garam Himalaya atau garam laut sebaiknya didasarkan pada rasa dan kebutuhan memasak, bukan anggapan bahwa salah satunya jauh lebih sehat. Yang lebih penting, jumlah garam yang dikonsumsi tetap dibatasi.

Baca juga: Jenis garam yang menurut ahli gizi lebih baik bagi tekanan darah

Baca juga: Konsumsi makanan tinggi gula dan garam bisa picu masalah kulit

Baca juga: Lima penyakit yang harus menghindari asupan garam

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.