Gaji Suami Gak Cukup Buat Nafkah? Buya Yahya Ungkap Sikap yang Sebaiknya Dilakukan Istri
Religi Senin, 19 Oktober 2026 - 21:16 WIB Jakarta, VIVA – Ketika penghasi...
Senin, 19 Oktober 2026 - 21:16 WIB
Jakarta, VIVA – Ketika penghasilan suami tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga, istri dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Apakah harus membantu mencari nafkah, bersabar sambil mendukung suami, atau mempertimbangkan perpisahan? Menurut Buya Yahya, jawabannya perlu melihat kondisi dan penyebab suami tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca Juga
Dalam penjelasannya, pendakwah tersebut mengingatkan bahwa kondisi suami yang benar-benar kesulitan mencari penghasilan tidak bisa disamakan dengan laki-laki yang sebenarnya mampu, tetapi enggan bertanggung jawab. Perbedaan ini penting agar pasangan tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi masalah ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Buya Yahya menjelaskan bahwa persoalan nafkah harus dilihat berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Suami yang kehilangan pekerjaan, mengalami kebangkrutan, atau kesulitan mendapatkan penghasilan tentu berbeda dengan suami yang memiliki kemampuan finansial, tetapi sengaja tidak memberikan nafkah kepada keluarganya.
Baca Juga
Ia mengingatkan agar istri tidak langsung menyalahkan suami ketika kondisi ekonomi sedang sulit. Bisa jadi, suami sebenarnya sudah berusaha mencari pekerjaan atau penghasilan, tetapi belum mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Jadi, jangan buru-buru kita melihat ya. Tidak disamakan dong,” kata Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Senin (19/10/26).
Baca Juga
Menurutnya, memahami situasi pasangan menjadi langkah awal untuk mencari jalan keluar. Komunikasi yang baik diperlukan agar istri mengetahui apakah suami memang sedang mengalami kesulitan atau justru menghindari kewajibannya.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa seorang istri memiliki pilihan untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga ketika suaminya benar-benar tidak mampu mencari nafkah.
Ia mengisahkan contoh seorang perempuan pada zaman Nabi Muhammad SAW yang mengeluhkan kondisi suaminya karena tidak memiliki penghasilan. Perempuan tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan hidup dari peninggalan orang tuanya, tetapi merasa keberatan karena harus terus menanggung kebutuhan keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kisah yang disampaikan Buya Yahya, terdapat dua pilihan yang dijelaskan kepada perempuan tersebut. Pertama, ia boleh meminta perpisahan apabila suaminya memang tidak mampu memberikan nafkah. Kedua, ia dapat memilih membantu mencukupi kebutuhan suami dan keluarga.
Buya Yahya menjelaskan bahwa pilihan kedua dapat mendatangkan pahala berlipat apabila dilakukan dengan niat yang baik, terutama ketika suami memang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja.
Halaman Selanjutnya
“Kau yang mencukupi, maka saat itu kamu mendapatkan pahala berlipat-lipat. Pahala sedekah, menyenangkan suami, silaturahmi ke anak,” ujar Buya Yahya dalam penjelasannya.