pickleballvnz.com

Freeport Indonesia menyalurkan bantuan Rp2,5 miliar korban gempa NTT

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus ANTARA News mataram 39 ...

Manggarai Barat, NTT (ANTARA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus mengerahkan tim tanggap darurat guna memberikan layanan medis, penyelamatan, evakuasi, dan dukungan psikososial.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas di Manggarai Barat, NTT, Selasa, mengatakan PTFI bergerak cepat merespons bencana dengan menurunkan Tim Tanggap Darurat serta mengirimkan bantuan menggunakan penerbangan khusus. 

Misi pengiriman bantuan tersebut dipimpinnya secara langsung sekaligus untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. 

Bantuan perusahaan tersebut meliputi peralatan tidur, tenda, selimut, perlengkapan higienis, serta dukungan untuk pembangunan sekolah darurat.

Dalam penyalurannya, PTFI bekerja sama dengan Human Initiative (HI) dan Palang Merah Indonesia (PMI), sedangkan sejumlah bantuan juga dibawa melalui Dompet Kemanusiaan Kompas.  

Melalui kerja sama dengan HI, bantuan tanggap darurat PTFI akan disalurkan di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur dengan fokus pada empat sektor, yakni pangan dan gizi, air, sanitasi dan higiene, hunian dan permukiman, serta layanan kesehatan dasar. Bantuan tahap awal mencakup 700 paket bedding kits, personal hygiene kits, shelter kit, sembako, lima hunian sementara (huntara), dan empat sekolah darurat.  

Sementara itu, PMI menerima alokasi bantuan berupa masing-masing 300 paket hygiene kit, sembako, shelter kit, dan bedding kit dengan total nilai Rp500 juta. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.  

Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Tony Wenas berdiskusi dengan penyintas bencana gempa bumi yang rumahnya rusak berat di Mbeliling, Manggarai Barat, NTT, Selasa (1/9/2029) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Tony mengatakan keterlibatan PTFI juga berasal dari karyawan perusahaan yang menggalang donasi kemanusiaan melalui gerakan #PTFIPeduliNTT. Dana yang dikumpulkan karyawan kemudian dilipatgandakan (double match) oleh perusahaan sebagai bentuk kolaborasi karyawan dan manajemen PTFI yang berada di Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta. 

Selain bantuan logistik, PTFI mengerahkan enam personel Tim Tanggap Darurat yang terdiri atas dua dokter, satu paramedis, dan tiga penyelamat (rescuer). Tim tersebut dimobilisasi dari Timika pada 20 Agustus 2026 dan menjalankan operasi lapangan pada 22-29 Agustus 2026 di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Gempa bumi 4,6 magnitudo guncang Ruteng, Manggarai

Selama operasi, tim memberikan layanan kepada sekitar 500 pasien dan melakukan dukungan medis, penyelamatan serta evakuasi korban bencana. Tim juga memberikan dukungan psikososial berupa trauma healing bagi anak-anak di sejumlah lokasi, antara lain Kampung Liang Dalo Desa Golo Wontong, Kampung Waso, Kampung Mbinjar, Desa Maki, serta Desa Golo Mangung. 

Tony mengatakan penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat karena masih terdapat kebutuhan besar pada tahap pemulihan. Karena itu, PTFI mengajak perusahaan dan berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membantu masyarakat terdampak agar dapat segera bangkit.

Baca juga: BNPB mengirim bantuan ke pulau terluar di Kabupaten Sikka

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi atas dukungan PTFI dan berbagai pihak dalam penanganan gempa bumi.

Pemerintah Manggarai Barat mencatat total 36.102 jiwa terdampak yang berasal dari 7.777 kepala keluarga, dengan 10.757 rumah mengalami kerusakan dalam kategori ringan, sedang, dan berat, sedangkan sekitar 9.000 warga yang berada di tenda pengungsian telah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026