Forum Simposium Internasional SIERA: Wujudkan Sistem Ketahanan Kesehatan Nasional yang Tangguh
Berita Nasional Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 ...
Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB
Jakarta, VIVA - The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) akan digelar sebagai forum ilmiah dan kebijakan yang mempertemukan regulator, praktisi kesehatan, akademisi, peneliti, serta komunitas medis militer untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia.
Baca Juga
Forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) yang turut menghadirkan pembicara dan ratusan peserta praktisi bidang ketahanan kesehatan ini akan berlangsung di Hermina Grand Ballroom Kemayoran, Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengusung tema Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods, simposium ini turut mengundang Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunawan Sadikin, S.Si, CHFC, CLU, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., hingga Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito Sp.JP (K),FIHA, M.M.R.S. Gelaran acara tahunan ini diprakarsai oleh PERTASINDO yang dipimpin oleh Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi Sp.DVE, M.Biomed., MARS.
Baca Juga
Ketua Panitia The 3rd SIERA, Kolonel (Purn) Dr. dr. Agus Sutarman, Subsp.Onk(K), S.H., M.H., MARS, menyampaikan bahwa penyelenggaraan SIERA tahun ini memasuki tahun ketiga dan menjadi bukti komitmen berkelanjutan para regulator, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama membangun sistem ketahanan kesehatan Indonesia yang semakin tangguh.
Foto bersama dalam kegiatan iMedic, forum ilmiah kedokteran militer berskala internasional di Indonesia
Photo :
- istimewa
Baca Juga
“Penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan kesehatan Indonesia,” kata Agus dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengusung kerangka kerja 5M yang mencakup Man, Money, Material, Machine, dan Methods, SIERA tahun ini menyoroti pentingnya sinergi berbagai elemen dalam membangun sistem ketahanan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.
“Sistem ketahanan kesehatan dibangun melalui keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif. Melalui simposium ini, Indonesia dapat bergerak dari sekadar bertahan menghadapi krisis menuju sistem ketahanan kesehatan yang mampu mencegah, merespons, dan pulih lebih kuat di masa depan tanpa menghentikan pelayanan kesehatan esensial,” kata Agus.
Halaman Selanjutnya
Ketua PERTASINDO Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi Sp.DVE, M.Biomed., MARS menambahkan, seiring masifnya perkembangan inovasi teknologi di sektor kesehatan, kedua faktor tersebut dianggap sudah cukup untuk menyelesaikan berbagai masalah.