Film Nominasi Piala FFI 2026 Tayang di Mana?
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah film Indonesia tercatat sebagai nominasi dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia 2026. Film-film tersebut berhasil menduduki sejumlah kategori nominasi dalam ajang ber...
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah film Indonesia tercatat sebagai nominasi dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia 2026. Film-film tersebut berhasil menduduki sejumlah kategori nominasi dalam ajang bergengsi tersebut.
Beberapa di antaranya sudah dapat disaksikan di platform streaming digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rekomendasi dan platform menonton film-film nominasi Piala FFI 2026.
1. Nobody Loves Kay
Film yang rilis di bioskop pada 4 Juni 2026 ini berhasil membawa Bernadus Raka masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik.
Kay (Bima Azriel) bersama dua sahabatnya, Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico), berjanji akan menjadi pro-player bersama. Namun, nilai sekolah Kay yang anjlok membuat ibunya memberi ancaman: naikkan nilai atau dipindahkan ke Arab.
Takut kehilangan dunia gaming-nya di kampung, Kay mencoba memperbaiki nilai dibantu Amanda (Aurora Ribero), murid terpintar di kelas, sambil terus mengikuti kompetisi gaming.
Sayangnya, Ido mulai kesulitan bekerja sama dengan Kay yang tidak fokus. Aurelio pun terhambat dengan urusan keluarga. Persahabatan mereka akhirnya retak ketika Ido memutuskan untuk mengeluarkan Kay dari tim.
Nobody Loves Kay kembali tayang di sejumlah bioskop CGV Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Film ini diberi label D17+ atau untuk penonton 17 tahun ke atas.
2. Ghost in The Cell
Film garapan Joko Anwar ini menjadi film dengan raihan nominasi terbanyak, yakni 12 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik.
Berlatar di Lapas Labuhan Angsana, Ghost in the Cell mengikuti kisah Dimas (Endy Arfian), seorang jurnalis yang dijebak atas kasus pembunuhan brutal terhadap atasannya.
Di dalam sel, Dimas terjebak dalam ekosistem penjara yang korup, di mana para sipir menyalahgunakan kekuasaan dan hierarki narapidana memaksa yang lemah menjadi mangsa.
Namun, suasana semakin mencekam sejak kedatangan Dimas. Satu per satu tahanan tewas secara misterius dan brutal. Film yang diberi label D17+ atau untuk penonton 17 tahun ke atas ini dapat ditonton di Netflix.
3. Dopamin
Film garapan Teddy Soeria Atmadja ini berhasil masuk dalam sejumlah kategori nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik hingga Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Shenina Cinnamon.
Kehidupan rumah tangga Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon) mulai goyah setelah Malik terkena PHK dan terlilit utang, sementara Alya tengah hamil.
Suatu hari, mereka menampung seorang pria asing yang sebelumnya membantu Malik dalam perjalanan pulang. Namun, pria tersebut ditemukan tewas dengan jarum suntik di tangannya.
Keduanya terkejut saat menemukan koper berisi uang miliaran rupiah yang ditinggalkan pria itu. Penemuan tersebut justru menyeret Malik dan Alya ke dalam ancaman yang membahayakan hidup mereka.
Film yang diberi label R13+ atau untuk penonton 13 tahun ke atas dapat ditonton di Netflix.
4. Na Willa
Film garapan Ryan Adriandhy berhasil masuk dalam 10 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik, hingga Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Luisa Adreena.
Willa (Luisa Adreena), gadis kecil keturunan Tionghoa-Surabaya, memandang gang sempit tempat tinggalnya sebagai dunia ajaib yang dipenuhi imajinasi dan petualangan bersama teman-temannya.
Namun, kecelakaan yang menimpa sahabatnya serta teman-teman bermainnya yang mulai bersekolah perlahan mengubah dunia Willa. Merasa kesepian, ia memutuskan menyusul teman-temannya masuk TK. Di sekolah, Willa menghadapi berbagai tantangan yang tak terduga.
Film yang diberi label SU atau untuk penonton semua umur ini dapat ditonton di Netflix.
5. Abadi Nan Jaya
Film original Netflix yang tayang perdana pada 23 Oktober 2025 ini berhasil membawa Kimo Stamboel sebagai nominasi Sutradara Terbaik.
Abadi Nan Jaya berlatar di sebuah desa terpencil dekat Yogyakarta yang menjadi tempat tinggal keluarga pemilik usaha jamu ternama.
Film tersebut akan mengisahkan keluarga yang terpecah belah dan berjuang melarikan diri dari wabah zombi yang dipicu ambisi pemilik perusahaan obat herbal Jawa.
Ambisi sang kepala keluarga untuk mempertahankan kekuasaannya tidak hanya memicu keretakan keluarga tapi juga jadi masalah besar bagi seluruh desa. Inovasi untuk awet muda justru memicu wabah zombi tak terduga.
Film yang tayang di Netflix ini diberi label 18+ atau untuk dewasa berusia lebih dari 18 tahun ke atas.
6. Para Perasuk
Film yang telah hilir-mudik di festival internasional ini masuk dalam sembilan nominasi dalam ajang Piala FFI 2026, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik.
Latas merupakan desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukan, tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya.
Ketika mata air keramat tempat para mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (Angga Yunanda) bertekad jadi Perasuk Utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu.
Film yang diberi label R13+ atau untuk penonton 13 tahun ke atas ini dapat ditonton di Netflix.
(van/end)