FH Unpad Soroti Perkembangan AI dan Cyber Notary terhadap Pembelajaran Kenotariatan |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, menuntut penyesuaian regulasi di semua bidang. Termasuk, di bidang kenotariatan.Menurut Dekan FH Unpad R Achmad Gusman Catu...
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, menuntut penyesuaian regulasi di semua bidang. Termasuk, di bidang kenotariatan.
Menurut Dekan FH Unpad R Achmad Gusman Catur Siswandi, perkembangan teknologi, termasuk AI dan cyber notary, memiliki keterkaitan dengan pembelajaran hukum kenotariatan.
Achmad menilai, sejumlah pembahasan dalam buku tersebut masih relevan menjadi referensi mata kuliah di Program Magister Kenotariatan. Termasuk, hukum ekonomi, hukum bisnis, dan Cyber Law.
"Jadi, kalau misalnya dari implementasi tentunya buku ini bisa menjadi salah satu referensi yang digunakan untuk mata kuliah-mata kuliah yang relevan tentunya, seperti halnya mata kuliah-mata kuliah yang diajarkan di program Magister Kenotariatan," ujar Achmad dalam peluncuran Book Chapter Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (IKANO) Unpad 2026 di Kampus Unpad Dipatiukur, Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).
Achmad menilai, buku yang baru diterbitkan ini bisa menambah pengetahuan semua mahasiswa FH. Karena, membahas berbagai hal kekinian.
Menurut Editor Book Chapter 2026 Dadang Epi Sukarsa, salah satu pembahasan dalam buku tersebut menyoroti transformasi digital dan tantangan profesi notaris di era kecerdasan buatan.
Dadang mengatakan, isu cyber notary menjadi bagian dari perkembangan hukum yang perlu mendapat perhatian, termasuk kemungkinan penyesuaian aturan dengan perkembangan teknologi serta regulasi di bidang informasi dan transaksi elektronik.
"Termasuk kemungkinan menjadi salah satu sumber penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan terkait notaris dan PPAT," kata Dadang.
Sementara menurut Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (IKANO) Unpad, Dr Ranti Fauza Mayana, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diikuti dengan pemikiran hukum yang terbuka, mendalam, dan bertanggung jawab.
Ranti mengatakan, hukum tidak dapat dipisahkan dari dinamika masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan terhadap keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Karena itu, gagasan dalam Book Chapter IKANO Unpad 2026 diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi akademisi, praktisi, pembentuk kebijakan, mahasiswa, dan masyarakat.
“Pengembangan hukum nasional membutuhkan adanya suatu pemikiran yang terbuka, mendalam, dan bertanggung jawab,” kata Ranti.
Book Chapter IKANO Unpad 2026 bertema “Pokok-Pokok Pemikiran IKANO Unpad bagi Pengembangan Hukum Nasional” tersebut memuat 17 manuskrip yang diterbitkan PT Refika Aditama.
Buku itu membahas lima bagian, yakni transformasi digital dan tantangan profesi notaris di era AI; kewenangan dan tanggung jawab direksi; dinamika hukum bisnis; hukum agraria, pertanahan dan ke-PPAT-an; serta perkembangan hukum perkawinan, keluarga dan waris.
Ranti mengatakan, buku tersebut merupakan Book Chapter ketiga yang digagas IKANO Unpad setelah penerbitan pada 2021 dan 2023. Penerbitan kali ini menjadi bagian dari upaya IKANO Unpad menghimpun dan menyebarluaskan pemikiran hukum dari lingkungan akademik, organisasi profesi, serta jejaring IKANO Unpad.
Peluncuran buku yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-69 Fakultas Hukum Unpad itu juga didedikasikan kepada almarhum Badar Baraba, S.H., M.H., Dosen Luar Biasa MKn Unpad sekaligus pendiri IKANO Unpad dan Ketua Umum IKANO Unpad periode 2007–2011.
Ranti berharap Book Chapter 2026 dapat memperkuat budaya menulis, membaca, dan berdiskusi sekaligus mendorong kontribusi akademisi dan praktisi dalam pengembangan hukum nasional yang relevan, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.