pickleballvnz.com

Festival Kaligrafi Gontor raih respon positif Muslim AS - ANTARA News Jawa Timur

Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Festival Kaligrafi Internasional dalam rangka Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendapat apresiasi dari tamu Muslim asal Amerika Serikat yang menilai ka...

Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Festival Kaligrafi Internasional dalam rangka Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendapat apresiasi dari tamu Muslim asal Amerika Serikat yang menilai karya para peserta mencerminkan bakat, ketekunan dan nilai peradaban Islam.

Apresiasi tersebut disampaikan kaligrafer internasional asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) Al Muhandis Bassem Zbeeb dan Prof Dr Imam Mohamad Bashar Arafat dari Maryland, Amerika Serikat saat menghadiri penutupan festival di New Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) PMDG, Ponorogo, Kamis.

Bassem Zbeeb mengaku terkesan dengan antusiasme peserta dan suasana interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung.

"Partisipasi dalam perlombaan jauh lebih hangat daripada sekadar melalui media sosial. Berkomunikasi langsung dengan peserta menjadi pengalaman yang sangat indah," katanya.

Sementara itu, Imam Mohamad Bashar Arafat menilai kualitas karya kaligrafi yang ditampilkan peserta menunjukkan tingginya kemampuan dan kreativitas para santri.

"Ini menunjukkan bagaimana para siswa benar-benar berbakat. Mereka mampu menghasilkan karya yang luar biasa," ujarnya.

Menurut Imam, seni kaligrafi Islam tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan tradisi keilmuan dan nilai-nilai yang bersumber dari Al Quran.

Ia berencana memperkenalkan pengalaman dan temuan selama mengikuti festival tersebut kepada komunitas Muslim maupun masyarakat umum di Amerika Serikat.

"Saya ingin menunjukkan bahwa peradaban Islam telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan seni di dunia," katanya.

Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan festival tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan antarkaligrafer dari berbagai daerah dan negara.

Menurut dia, penggunaan aksara Arab yang berkembang di berbagai belahan dunia menjadi bagian dari warisan peradaban Islam yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

Festival Kaligrafi Internasional berlangsung selama tiga hari pada 8-10 September 2026, dengan mengusung tema "Menulis Peradaban, Merawat Warisan, Menuju Abad Kedua Gontor".

Kegiatan itu mempertemukan kaligrafer, akademisi, seniman, guru, santri, alumni, serta peserta dari sejumlah negara dalam rangka memperkuat jejaring dan pengembangan seni kaligrafi Islam.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.