ESDM sebut harga BBM subsidi tak naik untuk kendalikan inflasi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti pertalite dan biosolar, dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026 untuk men...
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti pertalite dan biosolar, dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026 untuk mengendalikan inflasi.
“Yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar, dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, dipantau dari kanal resmi Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin.
Laode menyampaikan, kebijakan tersebut didasari oleh BBM subsidi sebagai komponen terbesar yang dipakai oleh nelayan dan petani.
“Karena ini (BBM bersubsidi) adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani,” kata Laode.
Baca juga: Wamenkeu: Kebijakan subsidi energi akan terus diperbaiki
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah memutuskan tetap menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik sebagai langkah melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Keputusan tersebut diambil di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus dipantau pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski menghadapi konsekuensi fiskal, Bahlil mengatakan pemerintah menempatkan perlindungan daya beli masyarakat sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan harga energi.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026.
Baca juga: Harga BBM stabil per 5 Oktober 2026
Hal itu ia sampaikan di tengah ketidakpastian global akibat perang di Selat Hormuz dan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.
Menurut Airlangga, Indonesia masih bisa meredam dampak ketidakpastian global itu melalui bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.