Empat Pemanjat Indonesia Lolos ke Final Lead Asian Games 2026 |Republika Online
Home > News > Sport Sabtu 03 Oct 2026 07:12 WIB Indonesia untuk menambah medali m...
Sabtu 03 Oct 2026 07:12 WIB
Indonesia untuk menambah medali melalui nomor lead.
Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi (kanan) menjadi yang tercepat pada final nomor speed putri Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (30/9/2026). Desak Made berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, medali perak diraih atlet China Lijuan Deng dengan waktu 6,064 detik, dan medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jimin Jeong dengan waktu 6,18 detik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim panjat tebing Indonesia menempatkan empat wakilnya di babak final nomor lead putra dan putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka akan berjuang memperebutkan medali pada final yang berlangsung di Port Messe Nagoya Exhibition Hall, Sabtu (3/10/2026).
Empat pemanjat tersebut adalah Putra Tri Ramadani dan Ramadhan Raviandi di nomor lead putra serta Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany di nomor lead putri.
Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng lolos ke final setelah menempati peringkat ketiga semifinal dengan torehan 36 hold. Sementara Ramadhan Raviandi berada di posisi ketujuh dengan 23 hold.
Di nomor putri, Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany masing-masing menempati peringkat keenam dan ketujuh dengan catatan 39 hold. Keempatnya kini menjadi bagian dari delapan pemanjat yang akan tampil di babak final.
Hasil tersebut membuka peluang Indonesia untuk menambah medali melalui nomor lead. Bagi Srondeng, final Asian Games kali ini menjadi penampilan perdananya di pesta olahraga terbesar Asia.
Pemanjat berusia 20 tahun itu mengakui jalur semifinal cukup menantang. Ia menilai sebenarnya memiliki kesempatan untuk meraih posisi yang lebih tinggi, tetapi kurang cermat dalam menentukan pegangan membuat pergerakannya tidak berjalan sesuai rencana.
“Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Harusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah. Tadi saya sempat mengambil pegangan yang kecil, padahal ada pegangan lain yang lebih enak. Kalau bisa mendapatkan pegangan itu, seharusnya lebih mudah,” kata Srondeng.
Srondeng sebelumnya memasang target mencapai top atau menyelesaikan seluruh jalur hingga bagian tertinggi. Target tersebut belum terwujud pada semifinal. Namun, ia berharap dapat memperbaikinya saat tampil di final.
“Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi,” ujar dia.
Menurut Srondeng, persaingan di Asian Games tidak jauh berbeda dengan yang dihadapinya pada ajang World Climbing Series. Sejumlah pemanjat yang tampil juga berasal dari negara-negara kuat di nomor lead.
“Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup. Permainannya juga kurang lebih sama. Jadi sebenarnya seperti ajang World Cup juga,” kata Srondeng.
sumber : Antara