pickleballvnz.com

Empat Pemain Timnas U-17 Warnai GIC 2026, Berharap Ada Liga Reguler untuk Kelompok Usia

Empat pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia U-17, yakni Miraj Rizky Sulaeman, Fardan Ary Setyawan, Fardan Farras Prawita, dan Fariq Rizqi tampil di Garuda International Cup (GIC) 2026 bersama tim Farmel U-17.

Bagi keempat pemain tersebut, GIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi. Turnamen yang mempertemukan tim-tim dari sejumlah negara itu juga menjadi momentum untuk menjaga ritme pertandingan sekaligus mengukur perkembangan kemampuan mereka.

Seperti diketahui GIC 2026 diikuti oleh 13 negara. Tak ayal, turnamen ini memberikan pengalaman pertandingan internasional.

Fardan Ary Setyawan menilai keikutsertaan Farmel di GIC 2026 memberikan manfaat penting bagi para pemain, terutama sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim berikutnya.

"Menurut saya ini bagus karena masuk juga dalam masa persiapan kita dalam pre-season menuju Elite Pro, jadi dengan adanya event ini bagus untuk mengukur kemampuan kita," kata Fardan di Asiop Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Kesempatan menghadapi tim dari luar Indonesia juga menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain muda. Mereka tidak hanya dituntut beradaptasi dengan gaya permainan berbeda, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai level persaingan internasional di kelompok usia mereka.

https://akurat.co/bola/883444/garuda-international-cup-pengalaman-berharga-bagi-southridge-admirals-kisah-keluarga-filipina-yang-punya-ikatan-dengan-indonesia

Miraj Rizky Sulaeman menyambut positif keberadaan tim-tim asing dalam GIC 2026. Menurutnya, pertandingan seperti itu dapat memperkaya pengalaman pemain karena mereka tidak terus-menerus menghadapi lawan dari kompetisi domestik.

"Sebetulnya bagus ada lawan dari negara lain, jadi kita dapat pengalaman melawan lawan dari negara lain, tidak hanya melawan lawan dari Indonesia saja," ujar Miraj.

Pengalaman tersebut dinilai penting bagi pemain yang sedang berada dalam fase pembentukan menuju level senior. Semakin sering menghadapi situasi pertandingan yang beragam, pemain diharapkan memiliki kesiapan lebih baik ketika nantinya memasuki persaingan sepak bola profesional.

Keempat pemain Farmel itu pun sebenarnya bukan nama baru di GIC. Mereka sebelumnya pernah ambil bagian dalam turnamen tersebut ketika masih berusia 15 tahun dan tampil di kelompok usia U-17.

Kembali bermain di GIC setelah beberapa tahun membuat mereka bisa merasakan perkembangan diri sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Namun, di balik pengalaman yang didapat dari turnamen internasional, Miraj berharap kompetisi untuk kelompok usia muda tidak hanya berlangsung sesekali. Ia ingin adanya kompetisi yang digelar secara reguler sehingga pemain memiliki wadah untuk terus berkembang.

"Tentu harapan kita itu ada liga yang reguler, tidak hanya di usia senior. Jadi itu bisa mengasah kemampuan kita saat menuju senior nanti, jadi kita juga tidak kaget saat senior nanti karena kita sudah terbiasa dengan sistem seperti ini," tutur Miraj.

Menurutnya, keberadaan liga usia muda secara konsisten dapat membantu pemain menjaga intensitas pertandingan. Hal itu juga membuat proses transisi dari sepak bola kelompok umur menuju level senior menjadi lebih terarah.

Bagi Miraj dan rekan-rekannya, turnamen seperti GIC 2026 menjadi bukti bahwa pemain muda membutuhkan lebih banyak kompetisi dengan level persaingan yang beragam. Mereka berharap pengalaman tersebut dapat diikuti dengan hadirnya kompetisi usia muda yang berlangsung secara rutin.

Dengan demikian, para pemain seperti Miraj, Fardan Ary, Fardan Farras, dan Fariq tidak hanya mendapatkan pengalaman bermain di level internasional, tetapi juga memiliki cukup pertandingan sebagai bekal untuk melangkah ke jenjang senior.