pickleballvnz.com

Empat Agensi Raksasa K-Pop Kompak Nggak Kirim Karya Artisnya ke Grammy 2027 |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan BTS untuk memboikot Grammy Awards ke-69 meluas menjadi sikap bersama di industri K-pop. Para artis di bawah naungan empat raksasa agensi Korea Selatan yakni HYBE, YG Entert...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan BTS untuk memboikot Grammy Awards ke-69 meluas menjadi sikap bersama di industri K-pop. Para artis di bawah naungan empat raksasa agensi Korea Selatan yakni HYBE, YG Entertainment, JYP Entertainment, dan SM Entertainment, memutuskan tidak mengajukan karya untuk kategori baru Best Asian Pop Music Performance.

Hal ini merujuk pada laporan lembaga analisis Grammy, The Grammy Guru. Berdasarkan analis tersebut seperti dilansir laman Korea Times, Sabtu (17/10/2026), tidak ada satu pun musisi di bawah naungan empat agensi K-pop itu yang mendaftarkan karya mereka untuk dipertimbangkan pada ajang Grammy 2027.

Grup di bawah naungan HYBE antara lain BTS, Seventeen, Enhypen, ILLIT, New Jeans, Le SSERAFIM, Katseye dan lainnya. Adapun grup di bawah naungan YG Entertainment yakni Blackpink, Babymonster, Winner dan lainnya. 

Artis di bawah naungan JYP Entertainment meliputi Twice, Stray Kids, ITZY, dan lainnya. Terakhir, grup di bawah SM Entertainment termasuk aespa, Hearts2Hearts dan lainnya.

BTS mengumumkan pada Juli bahwa mereka tidak akan mengajukan karya musik untuk dipertimbangkan oleh Grammy. Keputusan ini dipandang sebagai bentuk protes terhadap kategori musik Asian Pop.

Kategori Best Asian Pop Music Performance atau Asian Pop diperkenalkan oleh Recording Academy pada Juni 2026 untuk mengakomodir berbagai genre musik pop Asia, termasuk K-pop dari Korea Selatan, J-pop dari Jepang, dan C-pop dari China. Namun, kategori khusus ini justru memicu kritik di kalangan penggemar dan pengamat industri musik.

Sejumlah pihak menilai kategori baru ini berpotensi membatasi karya musisi Asia ke dalam ruang regional tertentu, alih-alih menilai mereka berdasarkan kualitas artistik secara universal. Kategori baru ini juga dikhawatirkan membuat artis Asia tersisih dan tidak mendapatkan kesempatan bersaing secara setara di kategori umum seperti Record of the Year atau Song of the Year.

Setelah aksi boikot BTS, pihak Grammy dilaporkan telah meninjau kembali kategori Asian Pop. Namun pada akhirnya, Grammy memutuskan tetap mempertahankan Asian Pop karena diklaim masih ada pihak-pihak yang mendukung kategori baru tersebut.