pickleballvnz.com

Ekspor RI ke Cili Surplus, Produk UMKM Mulai Cari Pasar Baru

Peluang tersebut muncul ketika hubungan perdagangan Indonesia dan Cili masih mencatat surplus bagi Indonesia.Data Kementerian Perdagangan menunjukkan total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai USD53...

Peluang tersebut muncul ketika hubungan perdagangan Indonesia dan Cili masih mencatat surplus bagi Indonesia.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 mencapai USD535,5 juta. Ekspor Indonesia ke Cili mencapai USD441,5 juta, sedangkan impor dari Cili sebesar USD94 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD347,5 juta.

Baca Juga: Surplus Dagang RI ke China Melesat, Transaksi Rupiah-Yuan Naik 300 Persen

Pada Januari-Mei 2026, perdagangan kedua negara mencapai USD226,2 juta. Nilai ekspor Indonesia tercatat USD179,1 juta, sedangkan impor dari Cili sebesar USD47,1 juta. Indonesia kembali mencatat surplus sekitar USD132 juta dalam periode tersebut.

Struktur perdagangan tersebut selama ini masih didominasi sejumlah komoditas manufaktur dan produk industri. Pada 2025, komoditas utama ekspor Indonesia ke Cili antara lain kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin dan peralatan mekanis, serta kertas dan karton.

Namun, pemerintah kini juga mendorong peningkatan ekspor produk pangan olahan dan produk UMKM agar akses pasar Indonesia di Cili semakin beragam.

Salah satu realisasinya datang dari CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia. Kedua UMKM tersebut memperoleh pesanan senilai USD29 ribu dari Cencosud Retail S.A.

Pangantama memasok keripik mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur. Adapun Arva Indonesia memasok keripik tempe dengan varian truffle, honey butter, dan Himalayan salt basil.

Produk tersebut telah dikirim pada pekan kedua Agustus 2026 dan diperkirakan tiba di Cili pada Oktober 2026 untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan ritel.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi mengatakan pemerintah akan terus mendorong agar transaksi awal tersebut berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.

Upaya tersebut dilakukan melalui promosi perdagangan, penjajakan pasar, fasilitasi pameran, hingga pendampingan komunikasi antara eksportir dan buyer.

Jalur promosi melalui pameran sebelumnya telah menunjukkan hasil. Pada Espacio Food & Service 2025, produk pangan Indonesia mencatat potensi transaksi USD8,8 juta atau sekitar Rp145 miliar.

Pameran tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi sejumlah komunikasi bisnis lanjutan, termasuk transaksi USD29 ribu yang baru direalisasikan pada Agustus 2026.

Selain transaksi yang sudah terealisasi, masih terdapat peluang pembelian produk rempah dari Agro Imagina. Dalam business matching pada 29 Juli 2026, calon importir tersebut menyatakan ketertarikan terhadap produk rempah Indonesia.

Baca Juga: Surplus Primer APBN Capai Rp85,1 Triliun, Jadi Penyangga di Tengah Defisit

ITPC Santiago memperkirakan kebutuhan awal Agro Imagina dapat mencapai satu kontainer 20 feet dengan nilai sekitar USD70 ribu.

Namun, transaksi tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Pembahasan berikutnya akan mencakup spesifikasi produk, kualitas, kemasan, harga, kapasitas pasokan, serta dokumen yang dibutuhkan untuk proses impor.

PT Mega Inovasi Organik akan kembali mempresentasikan produknya pada Espacio Food & Service 2026 di Cili pada 29 September-1 Oktober mendatang.

Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani mengatakan pihaknya akan terus mengawal komunikasi eksportir dengan calon buyer, termasuk memantau proses pengiriman, pemenuhan persyaratan impor, distribusi, hingga respons pasar.

Dengan demikian, peluang ekspor ke Cili tidak hanya berasal dari satu transaksi. Selain pesanan USD29 ribu yang sudah dikirim, terdapat potensi pembelian USD70 ribu untuk produk rempah yang masih dalam tahap pembahasan.

Bagi produk UMKM, keberhasilan transaksi awal sekaligus respons pasar setelah produk masuk jaringan distribusi akan menjadi penentu apakah permintaan dapat berkembang menjadi kontrak dan volume ekspor yang lebih besar.