Ekosistem Motor Listrik Mampu Tekan Subsidi BBM Hingga Rp82,2 Triliun
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Agustus 2026, 19:20 WIBAsisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menjelaskan bahwa nilai ekonomi ekosistem Molinas secara keseluruhan diproyeksik...
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 20 Agustus 2026, 19:20 WIB

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menjelaskan bahwa nilai ekonomi ekosistem Molinas secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar Rp150 triliun - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman mengatakan, nilai ekonomi ekosistem Molinas secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar Rp150 triliun dan mampu menciptakan sekitar 215.000 lapangan pekerjaan.
“Namun saya akan tambahkan bahwa nilai ekonomi ekosistem Molinas end-to-end dipikirkan di angka Rp150triliun. Pencipta lapangan pekerjaan juga ada kurang lebih di 215 ribu,” kata Atong dalam agenda BIG Industrial Insight, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Indonesia
Selain menciptakan aktivitas ekonomi baru, Atong menyebut elektrifikasi motor juga dapat memberikan dampak terhadap pengurangan subsidi BBM dan neraca perdagangan.
Dengan asumsi terdapat 1 juta unit motor listrik yang beroperasi pada 2037, potensi penghematan dari pembatasan subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp82,2 triliun.
“Pembatasan subsidi BBM. Asumsi satu juta unit operasi di 2037 Rp82,2 triliun. Dan penguatan neraca dagang dari subsitusi impor Rp45 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Managing Director Industrialisasi BPI Danantara, Ardy Muawin mengatakan, pengembangan motor listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi.
Ardy menyebut, peralihan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) ke kendaraan listrik berpotensi menghasilkan penghematan hingga puluhan triliun rupiah.
“Ujungnya atas arahan presiden, perintah presiden, yang pertama itu ketahanan energi. Jadi independensi atas impor BBM kita bisa kurangin. Ada potensial penghematan puluhan triliun, apabila kita bisa shift menjadi EV,” tutur Ardy.
Baca Juga: Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Capai 2 Juta Unit
Menurut Ardy, potensi penghematan tersebut dapat menjadi ruang bagi pemerintah untuk mengalihkan sebagian anggaran subsidi BBM guna mendukung pengembangan kendaraan listrik pada tahap awal.
“Dan uang subsidi ini kita bisa alihkan, untuk di awal, mensubsidi EV, agar supaya supply terjadi, ada intervensi pemerintah,” pungkasnya.