Efek abu vulkanik pada permukaan kulit
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE menjelaskan efek dari abu vulkanik ketika menempel pada kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kering, rasa ANTARA News kepri 8 ...
Efek abu vulkanik pada permukaan kulit
Senin, 7 September 2026 12:56 WIB
Ilustrasi - Warga menggunakan masker saat berolahraga pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU/am.
Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE menjelaskan efek dari abu vulkanik ketika menempel pada kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kering, rasa perih atau terbakar, gatal, dan kemerahan atau dermatitis iritan.
“Pada kebanyakan orang, kontak singkat dengan abu tidak menyebabkan masalah kulit yang berat,” kata Arini saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Indonesia (Perdoski) itu mengatakan orang yang sudah memiliki kulit sensitif, dermatitis atopik atau eksim, rosacea, atau skin barrier yang sedang terganggu, misalnya setelah tindakan laser atau peeling, perlu lebih berhati-hati karena kulit mereka lebih mudah mengalami iritasi.
Menurutnya membersihkan kulit sangat penting untuk dilakukan secepat mungkin setelah terpapar abu, namun perlu dipastikan untuk tidak langsung menggosok abu dalam keadaan kering.
Jika memungkinkan, lepaskan terlebih dahulu pakaian yang banyak terkena abu. Bilas kulit dengan air bersih yang mengalir agar partikel terangkat tanpa banyak gesekan.
Ia juga menyarankan untuk mandi menggunakan air sejuk atau suam-suam kuku dan pembersih yang lembut. Jangan menggunakan scrub, spons kasar, atau menggosok kulit terlalu kuat.
Setelah itu keringkan kulit dengan cara ditepuk perlahan dan gunakan pelembap.
Lebih lanjut Arini menyebut dalam melakukan pencegahan, proteksi fisik lebih penting daripada obat. Dalam hal ini, masyarakat bisa menggunakan pelembap yang sederhana, tanpa pewangi, dan mendukung skin barrier, misalnya yang mengandung ceramide, glycerin atau bahan humektan dan emolien lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Efek abu vulkanik yang menempel pada permukaan kulit
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.