Drone Tak Kasat Mata Berhasil Dibuat, Militer Diprediksi Bakal Tertarik
Jakarta - Gadget terbaru berhasil dibuat yakni drone tak kasat mata. Drone ini mampu terbang dengan begitu cepat sehingga membuatnya tampak blur hampir tak terlihat.Teknologi ini merupakan buatan sejuml...
Jakarta -
Gadget terbaru berhasil dibuat yakni drone tak kasat mata. Drone ini mampu terbang dengan begitu cepat sehingga membuatnya tampak blur hampir tak terlihat.
Teknologi ini merupakan buatan sejumlah insinyur di Northwestern University. Handle dari drone tersebut sangat simpel, rangka kawat dan satu baling-baling yang memungkinkannya berputar hingga 25 kali per detik. Angka yang terlalu cepat untuk dilihat dengan jelas oleh mata manusia.
Seperti yang ditunjukkan video di bawah ini, objek tersebut tidak menghilang sepenuhnya tetapi ada efek buram akibat gerakan yang ekstrem. Gerakan ini mereduksinya menjadi bercak kabur yang berbaur dengan latar belakang secara mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mata manusia membutuhkan waktu untuk mengumpulkan sinyal, kira-kira analog dengan waktu pencahayaan kamera," kata Emma Alexander, asisten profesor ilmu komputer di McCormick School of Engineering, Northwestern, dalam sebuah pernyataan.
https://www.youtube.com/watch?v=vFREVpQaiHg
"Ketika suatu objek berputar cepat, kita mempersepsikannya sebagai objek yang kabur dan kehilangan fitur-fitur yang jelas. Karena drone baru ini hampir seluruhnya transparan, beberapa komponen buramnya secara visual dirata-ratakan dengan latar belakang sehingga secara keseluruhan tampak seperti kabut tipis," tambah Alexander, yang juga seorang ahli dalam visi komputer.
Menariknya, desain drone ini adalah hasil karya kecerdasan buatan (AI), sebuah metode yang sebelumnya telah dicoba oleh Northwestern. Dengan menggunakan simulasi komputer, tim tersebut meniru proses seleksi alam, menyingkirkan desain yang paling tidak efektif, hingga hanya desain terbaik yang tersisa. Kemudian mereka mencoba merealisasikannya.
Para peneliti memulai dengan menggunakan model komputasi untuk menghasilkan sekitar 20.000 kemungkinan konfigurasi drone yang mampu terbang stabil. Algoritma optimasi berbasis AI kemudian berulang kali mengatur ulang komponen-komponen utama. Itu termasuk motor, baling-baling, papan sirkuit, penyeimbang, dan baterai. Tujuannya untuk mencari tata letak terbaik.
Kandidat terkuat kemudian dimasukkan ke dalam simulasi yang mendekati penglihatan manusia untuk melihat seberapa mencolok setiap desain tersebut sebenarnya. Setelah melalui putaran optimasi lebih lanjut, tim tersebut menetapkan desain akhir dan membuatnya di dunia nyata.
"Sebagian besar upaya untuk menyembunyikan drone berfokus pada membuatnya tampak seperti lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, kami bertanya apakah kami dapat mendesain drone itu sendiri berdasarkan cara manusia mempersepsikan gerakan," ujar Michael Rubenstein, Profesor Madya Ilmu Komputer dan Teknik Mesin di Northwestern yang memimpin pekerjaan ini.
"Gagasan visibilitas rendah melalui gerakan yang terus-menerus ini adalah sesuatu yang jarang dieksplorasi oleh orang lain," imbuhnya.
Para peneliti menyarankan drone semacam itu dapat digunakan untuk memantau satwa liar, mensurvei lingkungan, dan memeriksa infrastruktur dengan gangguan visual minimal. Tentu saja, drone tersebut juga dapat dengan mudah digunakan untuk pengawasan rahasia atau penggunaan militer -- meskipun bukan usulan para peneliti.
Proyek ini dipresentasikan pada konferensi Robotics: Science and Systems 2026 pada tanggal 16 Juli di Sydney, Australia. Demikian melansir IFLScience.
(ask/rns)
TAGSLIHAT LAINNYA