DPRD Temanggung : Pembatasan nikotin dan tar untungkan tembakau impor
Wakil Ketua DPRD Temanggung Tunggul Purnomo menyampaikan apabila ketentuan batas maksimal nikotin 1 miligram dan tar 10 miligram diterapkan, tembakau Temanggung akan sulit ANTARA News jateng ekonomi ...
DPRD Temanggung : Pembatasan nikotin dan tar untungkan tembakau impor
Selasa, 14 Juli 2026 07:36 WIB
Petani membawa daun tembakau saat panen raya tembakau di perladangan Kaligalang, Gondangwinangun, Candiroto Temanggung, Jawa Tengah, Senin (22/9/2025). Pemkab Temanggung menyatakan luas lahan tanaman tembakau tahun 2025 sekitar 14.000 hektare yang tersebar di kawasan lereng Gunung Prau, Sindoro dan Sumbing, saat ini yang telah dipanen sekitar 55 persen. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Temanggung (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Temanggung Tunggul Purnomo menyampaikan apabila ketentuan batas maksimal nikotin 1 miligram dan tar 10 miligram diterapkan, tembakau Temanggung akan sulit terserap industri, karena karakteristiknya memang memiliki kadar nikotin dan tar yang lebih tinggi sehingga menguntungkan produk impor.
"Kalau aturan itu diberlakukan, masyarakat dan petani tembakau Temanggung jelas dirugikan. Tembakau kita kadar nikotin dan tar tinggi sehingga akan sulit terserap industri," katanya di Temanggung, Senin.
Ia menyampaikan, DPRD Kabupaten Temanggung bersama Komite Pertembakauan Kabupaten Temanggung menyatakan sikap menolak sejumlah aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024. Pasalnya, aturan tersebut dinilai mengancam keberlangsungan petani tembakau nasional.
Selain itu, katanya rencana penyeragaman bungkus rokok berpotensi menekan penyerapan tembakau dan memicu meningkatnya peredaran rokok ilegal.
Di sisi lain, DPRD Temanggung mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah anggota DPR RI lintas fraksi. Supaya perjuangan tersebut mendapat dukungan di tingkat pusat.
Wakil Ketua Komite Pertembakauan Temanggung Wisnu Brata mengatakan, regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar akan berdampak langsung terhadap petani tembakau nasional.
Menurut dia, kadar nikotin tembakau Indonesia umumnya berada di atas 3 persen. Sedangkan tembakau Temanggung rata-rata memiliki kadar nikotin di atas 6 persen, bahkan jenis tertentu dapat mencapai 10 persen.
"Kalau batas maksimal nikotin hanya 1 miligram dan tar 10 miligram, tembakau nasional tidak akan memenuhi standar tersebut, yang bisa memenuhi justru tembakau impor," katanya.
Ia menilai, pemerintah seharusnya lebih dahulu melakukan riset. Termasuk menyediakan solusi bagi petani sebelum menetapkan aturan baru.
"Pemerintah jangan langsung membuat aturan tanpa memberikan solusi. Kalau memang ingin standar itu diterapkan, harus ada riset untuk menghasilkan bibit yang sesuai," katanya.
Mengenai penyeragaman kemasan rokok, dia menilai, hal itu berpotensi menurunkan serapan tembakau nasional. Kondisi itu akhirnya memukul perekonomian masyarakat pertembakauan.
"Kalau memang diseragamkan, berpotensi banyak rokok ilegal," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.