DPR Setujui Sardjito Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral OJK - Bursa Katadata.co.id
Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Sardjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2026-2031.Persetujuan ini diambil dalam Rapat ...
Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Sardjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2026-2031.
Persetujuan ini diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).
Wakil Ketua Komisi XI Dolfie Othniel Frederic Palit sempat membacakan hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Sarjito sebagai calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Melalui rapat internal, Komisi XI DPR secara musyawarah untuk mufakat menyetujui Sardjito sebagai kepala Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner OJK terpilih periode 2026-2031,” kata Dolfie.
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, pun meminta persetujuan dari para anggota yang hadir. Lalu, seluruh anggota wakil rakyat yang hadir dalam rapat itu menyetujuinya.
Pembentukan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau BMKS di bawah OJK merupakan amanat langsung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Tujuan pembentukannya adalah menguatkan arsitektur keuangan dan kedaulatan sumber daya alam nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan rencana untuk membentuk BMKS. Langkah itu sebagai tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sudah dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
“Kita akan segera operasionalkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK. Jika bekerja dengan baik, pada 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Dia menyampaikan, selama puluhan tahun Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk komoditas-komoditas penting dunia. Mulai dari kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya.
Akan tetapi, kata dia, hasil alam yang keluar dari perut bumi Indonesia itu harganya justru ditentukan oleh bursa komoditas negara lain. Padahal, negara-negara itu tidak memiliki komoditas tersebut. Menurutnya, hal ini tidak masuk akal, dan tidak mengerti konsep ilmu ekonomi semacam itu.
“Kalau mereka (pihak luar) tidak mau bayar harga yang kita pasang, tidak usah beli. Lebih baik komoditas nikel, timah, emas, batu bara kita, gas kita, minyak kita semuanya di tanah untuk anak cucu kita,” ujar Presiden.
Profil Sardjito Kepala Pengawas BMKS OJK
Sardjito bukan sosok baru di lingkungan OJK. Ia pernah menjabat sebagai deputi komisioner pengawas pasar modal I OJK pada 2016. Selain itu, Sardjito juga sempat bertugas di bidang edukasi dan perlindungan konsumen, lalu dipercaya memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).
Sebelum bergabung dengan OJK, Sardjito telah berkarier di bidang pengawasan pasar modal. Ia menjabat kepala Biro Investigasi Formal dan Kriminal di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan.
Latar belakang pendidikannya adalah di bidang ekonomi dan hukum. Ia menempuh pendidikan sarjana bidang manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian meraih gelar master of business administration atau MBA bidang keuangan dari Saint Louis University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar ilmu hukum dari Universitas Indonesia (UI) serta magister kenotariatan di Universitas Jayabaya.