pickleballvnz.com

DPK Kepri tambah 555 eksemplar buku bacaan di perpustakaan daerah

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 juta untuk menambah koleksi buku bacaan di ANTARA News kepri 5 ...

DPK Kepri tambah 555 eksemplar buku bacaan di perpustakaan daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 16:24 WIB

Image Print

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasifan (DPK) Provinsi Kepri Moh. Bisri meninjau koleksi buku di Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, Kota Tanjungpinang, Rabu (21/10/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 juta untuk menambah koleksi buku bacaan di Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi

"Alokasi awal itu sebenarnya Rp150 juta, tapi setelah terkena efisiensi anggaran dua kali, tersisa Rp40 juta," kata Kepala DPK Kepri Moh. Bisri di Tanjungpinang, Rabu.

Dengan anggaran Rp40 juta tersebut, menurut Bisri, DPK Kepri membeli 555 eksemplar buku baru dengan 111 judul, atau masing-masing judul terdiri lima eksemplar buku.

Ia menyebut pengadaan buku tahun ini disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi di Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang.

Judul buku bervariasi, mulai dari kategori sejarah, politik, ekonomi, sosial, kebijakan publik, agama hingga buku-buku yang membahas tentang kecerdasan buatan (AI).

Bisri menjelaskan kebutuhan buku di perpustakaan daerah yang dikelola DPK Kepri itu akan dipenuhi secara bertahap sesuai kondisi keuangan daerah sembari berharap adanya bantuan buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

"Kebutuhan ideal di perpustakaan kita itu mencapai Rp50 ribu judul buku, namun sampai saat ini baru terpenuhi sekitar 25 ribu judul buku," ungkapnya.

Selain penambahan buku, lanjut Bisri, pihaknya juga berupaya menjajaki program langganan e-book maupun e-journal internasional sesuai tuntutan para pengunjung perpustakaan daerah, terlebih mahasiswa yang membutuhkan bahan-bahan penelitian skripsi, tesis maupun disertasi.

"Kita upayakan secara bertahap, karena biaya langganan e-book internasional relatif mahal, bisa mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.

Bisri juga mengajak peran aktif masyarakat, komunitas, hingga penulis lokal untuk mendonasikan buku guna memperbanyak koleksi di perpustakaan daerah.

Sejauh ini, sudah ada beberapa pihak yang menyumbangkan buku ke Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, termasuk dari luar Kepri, seperti Padang, Sumatera Barat.

"Buku-buku yang terkumpul tidak hanya ditimbun di perpustakaan provinsi, namun juga disalurkan ke taman bacaan masyarakat, perpustakaan sekolah, serta lembaga pemasyarakatan se-Kepri untuk pemerataan akses informasi," kata dia.

DPK Kepri pun terus memperkuat layanan digital melalui e-Library atau perpustakaan digital dan sistem katalog OPAC DPK Kepri untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan secara daring.

Langkah-langkah ini diharapkan bisa mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKGM) di wilayah Kepri.

"IPLM Kepri termasuk rendah secara nasional, sehingga perlu strategi dan inovasi layanan dalam mendongkrak literasi sekaligus minat baca masyarakat," demikian Bisri.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.