Dow Jones Naik 537 Poin, Nasdaq Tertekan Saham Cip
Bagikan: JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat bergerak berbeda arah pada Selasa. Dow Jones melaju lebih dar...
Bagikan:
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat bergerak berbeda arah pada Selasa. Dow Jones melaju lebih dari 500 poin, sementara Nasdaq tertekan oleh anjloknya saham produsen cip.
Anadolu Agency dikutip Rabu, 29 Juli, melaporkan, penurunan harga minyak dan kinerja kuat sejumlah perusahaan menopang Dow Jones Industrial Average. Pada saat yang sama, tekanan di sektor semikonduktor menahan laju saham teknologi.
Dow Jones naik 537,24 poin atau 1,03 persen dan ditutup pada level 52.747,32. Indeks S&P 500 menguat 0,21 persen menjadi 7.428,78.
Nasdaq Composite justru turun 0,22 persen ke 24.876,91.
Saham Micron merosot sekitar 9 persen, sedangkan AMD turun 8,1 persen. Pelemahan itu memperpanjang tekanan pada sektor cip dan teknologi.
Investor juga memindahkan dana dari saham teknologi berpertumbuhan tinggi ke sektor lain. Saham kesehatan dan keuangan pun mencetak rekor tertinggi.
Harga minyak jatuh tajam setelah Iran membahas Selat Hormuz dengan Arab Saudi dan Oman.
Harga minyak acuan AS West Texas Intermediate turun 4 persen menjadi sedikit di atas US$79 per barel. Minyak Brent merosot lebih dari 5 persen ke sekitar US$83,80 per barel.
BACA JUGA:
Di tengah tekanan saham teknologi, Apple sempat mencatat tonggak baru. Kapitalisasi pasar perusahaan itu menyentuh US$5 triliun untuk pertama kalinya setelah harga sahamnya mencapai level tertinggi harian US$342,89.
Kapitalisasi pasar adalah nilai keseluruhan saham perusahaan yang beredar di pasar. Saham Apple telah menguat 25 persen sejak awal tahun.
Pelaku pasar kini menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga.
Data ekonomi menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun menjadi 90,8 pada Juli. Angka Juni direvisi naik menjadi 92,2. Hasil terbaru itu juga lebih rendah daripada perkiraan pasar sebesar 92,4.
Penurunan terjadi ketika penilaian masyarakat terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja melemah.
Defisit perdagangan barang, yakni kondisi ketika nilai impor lebih besar daripada ekspor, menyempit US$4,4 miliar menjadi US$101,5 miliar pada Juni. Ekspor turun menjadi US$204,7 miliar, sedangkan impor menyusut menjadi US$306,2 miliar.
Bursa Eropa mayoritas ikut menguat, ditopang harga minyak yang lebih rendah dan laporan kinerja perusahaan yang positif.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,35 persen menjadi 646,89. FTSE 100 Inggris menguat 0,83 persen ke 10.871,02. DAX 40 Jerman bertambah 0,41 persen menjadi 25.464,01, sedangkan CAC 40 Prancis naik 0,63 persen ke 8.458,78.
Italia dan Spanyol bergerak berlawanan. FTSE MIB 30 Italia turun 0,69 persen menjadi 51.698,19. IBEX 35 Spanyol melemah 0,07 persen ke 19.727.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+