pickleballvnz.com

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat, Biosirkular Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Warta Ekonomi, Bandung - PT Biosirkular Inovasi Indonesia terus mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam Gerakan "Minyak Jelantah Jadi Rupiah". Perusahaan membangun ek...

Warta Ekonomi, Bandung -

PT Biosirkular Inovasi Indonesia terus mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam Gerakan "Minyak Jelantah Jadi Rupiah".

Perusahaan membangun ekosistem pengelolaan minyak jelantah yang terintegrasi agar limbah rumah tangga tersebut dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Gerakan tersebut digukirkan TP PKK Provinsi Jawa Tengah dalam Kick Off Meeting Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah. Dalam pelaksanaannya, TP PKK Jawa Tengah menggandeng PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari untuk mengembangkan sistem pengelolaan minyak jelantah berbasis masyarakat.

Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, menjelaskan bahwa Biosirkular tidak hanya berperan sebagai mitra pengumpulan minyak jelantah, tetapi juga mengembangkan ekosistem yang menghubungkan edukasi masyarakat, penyediaan titik pengumpulan, sistem penjemputan, pencatatan digital, hingga pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku bernilai tambah.

"Bagi Biosirkular, minyak jelantah bukan sekadar limbah rumah tangga. Ini adalah sumber daya yang bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam ekonomi sirkular. Tantangannya bukan hanya mengumpulkan minyak jelantah, tetapi membangun sistem yang rapi, transparan, dan berkelanjutan dari rumah tangga hingga hilir," ujar Dicka, Kamis (30/7/2026)

Melalui program tersebut, Biosirkular menerapkan empat pendekatan utama, yakni mengedukasi masyarakat, menyediakan titik pengumpulan di desa dan kelurahan, melakukan penjemputan minyak jelantah oleh operator, serta menerapkan sistem pencatatan digital agar proses pengumpulan berlangsung lebih terukur, transparan, dan mudah dipantau.

Menurut Dicka, digitalisasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan kelembagaan lokal. Sistem pencatatan digital memungkinkan seluruh proses terdokumentasi secara akurat, mulai dari sumber minyak jelantah, volume yang terkumpul, lokasi pengumpulan, hingga proses penjemputan.

"Kami ingin menghadirkan sistem yang membuat pengelolaan minyak jelantah lebih mudah dipahami, lebih tertib dijalankan, dan lebih transparan dipantau. Ketika masyarakat, kader, dan operator memiliki data yang jelas, maka program ini bisa tumbuh menjadi gerakan yang kuat dan berkelanjutan," katanya.

Biosirkular juga memandang keterlibatan kader PKK dan Posyandu sebagai elemen strategis dalam membangun perubahan perilaku masyarakat. Melalui jaringan yang dekat dengan keluarga, kader dapat mengedukasi warga agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan maupun menggunakan minyak goreng secara berulang yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Selain menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat, pengelolaan minyak jelantah secara terarah juga membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ke saluran air atau tanah dapat mengganggu ekosistem dan memicu persoalan sanitasi apabila tidak dikelola dengan baik.

Biosirkular menilai minyak jelantah memiliki potensi besar sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah, termasuk energi terbarukan seperti biodiesel dan bioavtur. Dengan sistem pengumpulan yang terstruktur, minyak jelantah rumah tangga dapat menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku berkelanjutan di Indonesia.

"Ekonomi sirkular harus bisa dimulai dari hal yang paling dekat dengan masyarakat. Dari dapur rumah tangga, dari minyak jelantah, dari kebiasaan kecil yang dikelola dengan sistem yang benar. Jika ini berjalan konsisten, dampaknya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga terbentuknya budaya baru dalam mengelola limbah bernilai," jelas Dicka.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Biosirkular akan terus memperkuat sistem pengumpulan, edukasi, digitalisasi pencatatan, serta kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan agar model pengelolaan minyak jelantah berbasis masyarakat dapat direplikasi di berbagai daerah.

Perusahaan optimistis pendekatan tersebut mampu mempercepat pengembangan ekonomi sirkular sekaligus mendukung penyediaan bahan baku energi terbarukan di Indonesia.

"Kami ingin memastikan gerakan ini tidak berhenti sebagai kampanye, tetapi menjadi sistem yang benar-benar bekerja di lapangan. Biosirkular siap berkolaborasi untuk memperluas dampak, memperkuat tata kelola, dan menjadikan minyak jelantah sebagai bagian dari solusi lingkungan serta ekonomi masyarakat,"pungkasnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.