pickleballvnz.com

Dito Ariotedjo cerita awal Indonesia dapat 20.000 kuota haji tambahan - ANTARA News Gorontalo

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2023-2025 Ario Bimo Nandito Ariotedjo menceritakan awal mula Indonesia mendapatkan 20.000 kuota haji tambahan untuk Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi dari Pem...

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2023-2025 Ario Bimo Nandito Ariotedjo menceritakan awal mula Indonesia mendapatkan 20.000 kuota haji tambahan untuk Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi dari Pemerintah Arab Saudi dalam lanjutan persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji.

Dito yang hadir sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, mengatakan sekitar Oktober 2023 terdapat pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Pemerintah Arab Saudi.

Walaupun demikian, dia mengatakan tidak ada pertemuan spesifik antarkedua negara yang membahas kuota haji Indonesia.

"Sebenarnya untuk spesifik tidak ada. Itu terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir," kata dia yang menjadi bagian delegasi Pemerintah Indonesia ke Arab Saudi pada saat itu.

Dito mengaku tidak mengikuti secara langsung pertemuan tersebut. Akan tetapi, dia mendengar bahwa Pemerintah Arab Saudi menawarkan sejumlah hal kepada Pemerintah Indonesia, termasuk kuota haji.

"Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan, tetapi tidak hanya sebatas kuota. Ada beberapa sektor lainnya, seperti investasi dan juga perdagangan," katanya.

Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) terkait apakah pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Pemerintah Arab Saudi tersebut secara spesifik membahas angka kuota haji tambahan, Dito menyatakan tidak ada pembahasan tersebut.

"Tidak ada jumlah. Itu kan ada rapat teknis selanjutnya lagi," ujarnya.

Ia pun mengaku tidak mengikuti pertemuan lanjutan tersebut.

"Tidak ikut karena itu bukan ranahnya kami," kata Dito.

Namun, kata dia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendampingi Presiden Jokowi saat membahas penambahan kuota haji tersebut karena Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak menjadi bagian dari delegasi Pemerintah Indonesia ke Arab Saudi.

"Karena saat itu kalau tidak salah Menteri Agama tidak ada. Itu diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri," ujarnya.

Setelah pertemuan-pertemuan tersebut, dia mengatakan Presiden Jokowi kemudian mengumumkan penambahan 20.000 kuota haji tambahan dalam keterangan pers yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 20 Oktober 2023.

"Betul," katanya mengonfirmasi.

Oleh sebab itu, JPU KPK meminta izin ke majelis hakim untuk memutar video keterangan pers Presiden Jokowi tersebut.

"Saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang, bahkan ada yang harus menunggu 47 tahun sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji dan Alhamdulillah ditanggapi sangat positif dan kurang dari 12 jam, komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan, paling tidak 20.000 untuk tahun depan," kata Jokowi dalam video yang diputar JPU KPK.

KPK memulai penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji Indonesia tahun 2023-2024 pada 9 Agustus 2025.

Hingga 30 Maret 2026, KPK menetapkan empat tersangka, yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan Staf Khusus Menag, Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, dan mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia Asrul Aziz Taba.

Keempat tersangka mulai menjalani persidangan sebagai terdakwa pada 11 Agustus 2026. Mereka didakwa merugikan negara hingga Rp622,09 miliar.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dito Ariotedjo cerita awal Indonesia dapat 20.000 kuota haji tambahan

Pewarta: Rio Feisal
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.