pickleballvnz.com

Disperkim Balikpapan berkolaborasi banyak pihak tata lingkungan kumuh - ANTARA News Kalimantan Timur

Kami berharap ini menjadi awal yang baik sehingga penataan kawasan kumuh di Balikpapan Barat dapat menjadi contoh dan berlanjut ke lokasi lainnya secara bertahap Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perumahan dan ...

Kami berharap ini menjadi awal yang baik sehingga penataan kawasan kumuh di Balikpapan Barat dapat menjadi contoh dan berlanjut ke lokasi lainnya secara bertahap

Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan (Disperkim) mengajak perusahaan, perbankan, dan asosiasi pengembang ikut turun gotong royong di RT 17 Kelurahan Baru Ulu pada 9 Agustus 2026 dalam rangka penataan lingkungan dan persiapan menyambut Hari Kemerdekaan.,” kata Kepala Dinas (Kadis) perkim, Rafiudin, Senin.

“Kami berharap ini menjadi awal yang baik sehingga penataan kawasan kumuh di Balikpapan Barat dapat menjadi contoh dan berlanjut ke lokasi lainnya secara bertahap,” kata Kadisperkim Rafiudin, di Balikpapan, Senin.

Ia mengatakan beberapa yang ikut berkolaborasi di antaranya PT Petrosea, PAMA Persada Nusantara, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Perumda Manuntung Sukses, Real Estate Indonesia (REI) Kota Balikpapan, APERSI Kalimantan Timur, serta Bank Kaltimtara. Keterlibatan perusahaan, perbankan, dan asosiasi pengembang.

Hal ini menjadi fondasi awal gerakan bersama dalam penataan lingkungan di Balikpapan Barat dan lainnya di berbagai bagian Kota Minyak.

Dikemukakannya, penanganan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Perusahaan, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat memiliki peran penting agar penataan lingkungan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Seperti diketahui, luas kawasan permukiman kumuh di Balikpapan sekitar 135 hektare. Kawasan ini tersebar di 13 kelurahan. Di Kecamatan Balikpapan Barat, kawasan kumuh ada di Kelurahan Baru Ulu, Baru Ilir, dan Baru Tengah. RT 17 Baru Ulu dipilih sebagai awal penataan lingkungan dilakukan.

Rafiudin menjelaskan bahwa fokus kerja bakti di RT 17 adalah penanganan persoalan persampahan yang selama ini menjadi salah satu indikator kawasan kumuh. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kebiasaan baru di masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan lebih tertib.

“Yang kami inginkan bukan hanya bersih sehari. Lebih penting bagaimana masyarakat bisa menjaga lingkungan tetap rapi setelah kegiatan selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam penataan kawasan kumuh. Keterlibatan warga dalam gotong royong diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau masyarakat ikut turun tangan, mereka akan merasa memiliki. Itu yang membuat penataan lingkungan bisa bertahan lama,” katanya.m.

Rafiudin menegaskan, melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Disperkim menargetkan penataan kawasan kumuh dilakukan bertahap di seluruh wilayah yang masuk kategori prioritas. RT 17 Baru Ulu menjadi titik awal sebelum kegiatan serupa diperluas ke kelurahan lainnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)
 

Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.