Diskominfo Kuningan menyasar pelajar edukasi cegah terjerat judol-pinjol - ANTARA News Jawa Barat
Kuningan (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyasar pelajar melalui edukasi literasi digital guna mencegah mereka terjerat judi online (judol) dan pinjaman...
Kuningan (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyasar pelajar melalui edukasi literasi digital guna mencegah mereka terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Kuningan Nana Suhendra di Kuningan, Kamis, mengatakan edukasi tersebut penting agar pelajar mampu membedakan penggunaan teknologi untuk hiburan dengan aktivitas digital yang berisiko.
“Literasi digital yang diberikan kepada pelajar tidak hanya membahas perbedaan game online dan judol, tetapi juga mencakup risiko pinjol, perlindungan data pribadi, bullying, serta cyberbullying,” katanya.
Nana menyebut pemerintah telah menutup sekitar 3,1 juta situs dan konten terkait judol sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, berdasarkan data yang disampaikan dalam OJK Banking Forum 2026 di Jakarta.
“Maka dari itu, kami memberikan edukasi tersebut kepada siswa MTs Negeri 5 Kuningan di Balai Desa Darma hari ini dengan tema,” katanya.
Ia menjelaskan game online masih dapat digunakan sebagai sarana hiburan, apabila dimainkan secara wajar dan tidak mengganggu kewajiban belajar maupun aktivitas sehari-hari.
“Kalau game online itu sewajarnya. Tapi kalau untuk judol kami tidak merekomendasikan sama sekali. Jangan sekali-kali mendekati karena itu adalah jeratan,” katanya.
Ia mengatakan judol dapat menimbulkan persoalan baru, ketika seseorang mengalami kerugian dan berupaya mencari pinjaman untuk menutup kebutuhan akibat aktivitas tersebut.
Nana juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada orang lain, karena informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan.
“Selain persoalan judol dan pinjol, materi literasi digital membahas bullying dan cyberbullying agar siswa memahami dampak perundungan terhadap korban maupun pelaku,” katanya.
Nana meminta pelajar saling mendengarkan ketika menghadapi persoalan dan tidak mengasingkan teman, yang membutuhkan dukungan.
“Ketika ada teman kalian yang curhat, mohon untuk didengarkan. Kita juga belajar untuk saling menghargai dan mendengarkan, bukan berarti mengasingkan,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.