Disdik Barito Utara dukung SPMI jadi budaya mutu di sekolah
Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, mendukung Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) harus menjadi budaya mutu yang tumbuh dan diterapkan secara ANTARA News kalteng 1 ...
Disdik Barito Utara dukung SPMI jadi budaya mutu di sekolah
Minggu, 30 Agustus 2026 14:28 WIB
Dinas Pendidikan Barito Utara menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SMK Negeri 2 Muara Teweh, Minggu (30/8/2026). ANTARA/HO-Disdik Barito Utara
Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, mendukung Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) harus menjadi budaya mutu yang tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan di setiap satuan pendidikan.
“SPMI bukan sekadar kegiatan penyusunan dokumen dan laporan. Jadikan hasil evaluasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan nyata. Jadikan data sebagai dasar dalam mengambil keputusan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Minggu.
Hal tersebut disampaikan dia memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru dalam rangka Penguatan SPMI Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMK Negeri 2 Muara Teweh, Minggu.
Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara sesaat, melainkan membutuhkan proses yang terencana, sistematis, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh warga sekolah.
Melalui penerapan SPMI, kata dia, sekolah diharapkan mampu mengenali kekuatan, mengidentifikasi kelemahan, menentukan kebutuhan perbaikan, melaksanakan program peningkatan mutu, melakukan evaluasi, serta memastikan setiap perbaikan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
"Pentingnya peran guru dalam keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Sehebat apa pun program yang dirancang, tanpa guru yang memiliki kompetensi, komitmen, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar, peningkatan mutu pendidikan akan sulit diwujudkan," kata dia.
Dia meminta para guru menjadikan kegiatan bimtek tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, bapak dan ibu guru dapat semakin memahami prinsip dan mekanisme SPMI, mampu melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran, menyusun langkah-langkah perbaikan yang tepat, serta menerapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” katanya.
Selain kompetensi, menurutnya, lulusan SMK juga harus memiliki karakter yang baik serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan penjaminan mutu tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah atau sebagian guru. Dibutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, orang tua, hingga mitra dunia usaha dan dunia industri.
“Mari kita bangun budaya, mutu adalah tanggung jawab kita bersama,” ajaknya.
Topik juga meminta seluruh peserta bimtek mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menggali berbagai praktik baik yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Ia menegaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Namun, keberhasilan pembangunan pendidikan sangat ditentukan oleh komitmen dan kerja nyata seluruh pihak.
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.