Disdik Bangka Selatan data dokumen pendidikan pelajar korban kebakaran - ANTARA News Bangka Belitung
Toboali, Babel (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendata dokumen pendidikan pelajar yang hilang atau rusak akibat kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung...
Toboali, Babel (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendata dokumen pendidikan pelajar yang hilang atau rusak akibat kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, untuk membantu pemulihan administrasi pendidikan warga terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Selatan Ansori di Toboali, Selasa, mengatakan pihaknya membuka posko pengaduan bagi warga yang kehilangan dokumen pendidikan, seperti ijazah, rapor, dan dokumen lainnya akibat kebakaran tersebut.
"Ini kita lakukan dalam rangka menginventarisasi dokumen yang rusak karena terbakar," katanya.
Ia menjelaskan, hasil pendataan menjadi dasar bagi dinas untuk menindaklanjuti penerbitan dokumen pengganti.
Jika arsip dokumen masih tersedia, dinas akan menerbitkan dokumen baru. Namun, jika arsip sudah tidak tersedia, dinas akan mengeluarkan surat keterangan dan pernyataan kependidikan sebagai pengganti dokumen yang hilang.
"Surat keterangan dan pernyataan kependidikan itu bisa digunakan sebagaimana dokumen aslinya," ujarnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan pelajar tetap memiliki dokumen administrasi pendidikan yang diperlukan untuk menunjang kelanjutan pendidikan mereka setelah kebakaran.
Selain mendata dokumen yang hilang atau rusak, Disdik Bangka Selatan mencatat sebanyak 210 anak usia sekolah terdampak kebakaran Serdang. Jumlah tersebut terdiri atas 12 anak PAUD, 163 siswa sekolah dasar (SD), 23 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 12 siswa sekolah menengah atas (SMA).
Seluruh anak tersebut tetap mengikuti pembelajaran melalui skema darurat bencana. Dalam pelaksanaannya, pemulihan psikologis menjadi prioritas selama sepekan pertama pascakebakaran agar anak-anak dapat beradaptasi dengan kondisi darurat sebelum kembali menjalani kegiatan belajar secara normal.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.