pickleballvnz.com

Disdag Palembang sebut beras kemasan langka di pasaran

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan menyebutkan beras premium kemasan 5 kilogram (Kg) langka di pasaran yang disebabkan lonjakan harga gabah di tingkat ANTARA News sumsel 10 ...

Disdag Palembang sebut beras kemasan langka di pasaran

Kamis, 27 Agustus 2026 12:46 WIB

Image Print

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan menyebutkan beras premium kemasan 5 kilogram (Kg) langka di pasaran yang disebabkan lonjakan harga gabah di tingkat petani.

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Disdag Palembang, Elsa Noviani di Palembang, Rabu mengatakan bahwa kelangkaan beras premium kemasan khususnya merek Raja dan Topi Koki sulit didapat sejak beberapa pekan terakhir.

"Khusus untuk beras premium merek Raja dan Topi Koki kemasan 5 Kg di pasar ritel dan pasar tradisional di Palembang memang sedang langka," katanya.

Dia menjelaskan, kelangkaan tersebut disebabkan kenaikan harga gabah dan plastik kemasan yang menyebabkan biaya produksi meningkat.

Banyak masyarakat saat ini beralih ke beras kiloan dengan harga kisaran Rp15.000 per Kg, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan stok yang berlimpah.

"Untuk beras premium kemasan 10 Kg merek lain stoknya masih ada dengan harga normal kisaran Rp149.000. Sedangkan, SPHP di pasar ritel dibandrol sekitar Rp62.500 per 5 Kg," ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menggencarkan monitoring pasar untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya pada beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Pengawasan tersebut menyasar pada lapak-lapak pedagang di pasar tradisional Kota Palembang meliputi Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir.

"Kami juga mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako melebihi ketetapan ataupun menimbun barang agar tidak mendapat sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas dia.

Saat ini harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di Sumatra Selatan pada Agustus 2026 mencapai kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram atau berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Pewarta: Edo Purmana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026