pickleballvnz.com

Disbunnak Batang Hari percepat vaksinasi PMK dan SE - ANTARA News Jambi

Muara Bulian, Batang Hari (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batang Hari, Jambi, mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Sep...

Muara Bulian, Batang Hari (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batang Hari, Jambi, mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok pada ternak.

Plt Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Batang Hari, Afrizal di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus melindungi populasi ternak besar milik masyarakat di tengah potensi ancaman penyakit hewan menular.

"Kita mempercepat vaksinasi PMK itu untuk mencegah penyebaran penyakit itu ke hewan ternak,"katanya.

Dapat ketahui, vaksinasi PMK tahap pertama dengan alokasi sebanyak 1.000 dosis yang diterima pada awal 2026 telah selesai diberikan kepada ternak.

Telah rampung 100 persen disuntikkan pada sapi dan kerbau di wilayah prioritas seperti Kecamatan Mersam.

Menurutnya, Disbunnak saat ini kembali menerima tambahan vaksin PMK tahap kedua sebanyak 1.000 dosis yang merupakan alokasi Juli 2026.

Vaksin tersebut saat ini tengah disalurkan kepada petugas lapangan di tingkat kecamatan untuk segera diberikan kepada ternak yang menjadi sasaran vaksinasi.

“Untuk vaksin PMK Tahap II, kami telah menerima tambahan 1.000 dosis alokasi bulan Juli. Saat ini dalam proses penyaluran ke petugas lapangan di tingkat kecamatan untuk segera disuntikkan ke populasi ternak,” ujarnya.

Sementara itu, selain PMK pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap penyakit SE atau ngorok yang dinilai rawan menyerang ternak kerbau.

Pihaknya menerima sebanyak 300 dosis vaksin SE. Distribusi vaksin diprioritaskan ke wilayah dengan populasi kerbau terbesar, yakni Kecamatan Mersam dan Muara Sebo Ulu.

Hingga saat ini, realisasi vaksinasi SE telah mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi yang diterima.

Afrizal mengatakan, sisa vaksin SE terus diberikan secara bertahap melalui tim medis Puskeswan yang berada di lapangan.

“Sisa vaksin SE terus kami aplikasikan secara bertahap oleh tim medis Puskeswan di lapangan. Langkah preventif ini penting untuk menjaga ketahanan dan populasi ternak warga,”tutupnya.

Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.