Direktur RSUD Ainun Habibie bantah isu hubungan khusus dengan staf - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Direjtur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr Fitriyanto Rajak bersama tim kuasa hukumnya meluruskan pemberitaan miring mengenai penggerebekan oleh pihak kepolisian dan warga...
Gorontalo (ANTARA) - Direjtur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr Fitriyanto Rajak bersama tim kuasa hukumnya meluruskan pemberitaan miring mengenai penggerebekan oleh pihak kepolisian dan warga di sebuah rumah wilayah setempat.
Ketua Tim Kuasa Hukum Hijrah Lahaling di Kota Gorontalo, Kamis mengatakan bahwa lokasi peristiwa merupakan salah satu rumah pribadi sang direktur bersama istrinya yang memang difungsikan sebagai markas bersama (base camp) atau tempat pertemuan tim kerja dan kolega dari luar daerah.
"Rumah itu digunakam untuk pertemuan para tim, bahkan kolega dari luar Gorontalo, menginap, karena memang ada kamar yang diperuntukkan bagi tamu," kata Hijrah.
Pada malam kejadian kata dia seorang staf perempuan betinisial R, meminta izin kepada kliennya untuk menginap karena kelelahan, jarak rumah yang jauh, serta sedang mengalami persoalan rumah tangga yang membuatnya merasa tidak aman untuk pulang.
Setelah diizinkan mengunap, dr. Fitriyanto melanjutkan aktivitas rapat daring sampai pukul 23.00 Wita, dan karena kondisi kesehatan yang kurang baik, kliennya meminum obat flu lalu tertidur di kamar yang berbeda dengan oknum staf perempuan tersebut.
Diakatakannya bahwa sekiranya pukul 02.00 Wita, suami dari wanita berinisial R tersebut datang bersama aparat dari Polres Gorontalo dan warga setempat.
Saat terbangun dari tidurnya karena ada yang mengetuk pintu rumah, kliennya pun bangun dan langsung membukakan pintu, bahkan mempersilahkan masuk dan menunjukkan kepada aparat yang bertanya keberadaan wanita tersebut, di kamar sebelah mana ia menginap.
Selain itu, kliennya selaku pemilik rumah juga berupaya mengetuk pintu kamar tempat R menginap, bahkan saat itu R sempat kaget saat mengetahui atasannya masih berada di rumah itu, karena sepengetahuannya dr. Fitriyanto akan pulang ke rumah pribadinya setelah mengikuti rapat daring.
"Bahkan istri dari klien kami itu sempat beberapa kali melakukan panggilan video, untuk memastikan kondisi kesehatannya. Jadi apa yang dituduhkan seperti dalam berita bahwa mereka punya hubungan khusus itu tidak benar," kata dia.
Sementara itu Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Fitriyanto Rajak didampingi istrinya, kuasa hukum dan wanita berinisial R, pada kesempatan yang sama juga secara tegas membantah rumor mengenai adanya hubungan terlarang dengan bawahannya tersebut.
Ia menyatakan bahwa hubungan keduanya murni profesional demi urusan kedinasan dan pengelolaan usaha bersama yang telah lama dirintis bersama istri dan mitra kerjanya.
"Bahkan saat petugas datang, saya langsung mempersilahkan mereka masuk untuk memeriksa seluruh area rumah dan kamar, guna membuktikan tidak ada aktivitas menyimpang yang terjadi di dalam rumah tersebut," kata dia.
Menurutnya isu yang beredar di media sosial benerapa waktu lalu tidak sesuai kenyataan atau kejadian yang sebenarnya terjadi.
Sehingga ia juga meminta media untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga masyarakat tidak mudah termakan isu negatif yang dapat menyesatkan publik.*
Pewarta: Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.