Dinkes Papua Selatan perkuat peran kader tuntaskan penanganan TB
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan memperkuat peran kader kesehatan di tingkat kabupaten guna mengoptimalkan ANTARA News papua 3 ...
Dinkes Papua Selatan perkuat peran kader tuntaskan penanganan TB
Selasa, 29 September 2026 09:12 WIB
Kadinkes P2KB Papua Selatan dr.Benedicta Rahangiar. (ANTARA/HO/Dokumentasi)
Jayapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan memperkuat peran kader kesehatan di tingkat kabupaten guna mengoptimalkan pendampingan dan penanganan penyakit tuberkulosis (TB) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, P2KB Papua Selatan dr. Benedicta Rahangiar mengatakan pihaknya terus berupaya memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan.
"Upaya ini terus kami optimalkan, di mana hingga saat ini dari 9.738 orang, tercatat 8.228 orang dinyatakan suspek dan telah mendapatkan diagnosis sesuai standar," kata Kadinkes P2KB Papua Selatan dr. Benedicta Rahangiar, dihubungi dari Jayapura, Senin.
Dari total 9.738 warga yang teridentifikasi tersebut, jumlah terbanyak berada di Kabupaten Merauke sebanyak 5.072 orang, kemudian Boven Digoel 1.772 orang, Mappi 1.700 orang, dan Asmat 1.194 orang.
Sementara itu, dr. Benedicta mengatakan, penanganan kasus TB membutuhkan peran serta semua pihak mengingat mereka yang sudah dinyatakan mengidap TB harus meminum obat secara rutin dalam jangka waktu tertentu.
Obat TB yang diminum itu, kata dia, harus rutin sesuai jadwalnya karena bila tidak maka harus diulang dari awal.
"Kepatuhan pasien TB dalam meminum obat sangat dibutuhkan sebelum dinyatakan sembuh dan itu butuh bantuan keluarga," katanya.
Ditambahkan, ke depan pihaknya melalui Dinkes di kabupaten akan memperkuat kader-kader kesehatan sehingga mereka selain memberikan penyuluhan juga memantau bila ada warga yang mengidap TB.
"Kader kesehatan diharapkan aktif membantu menemukan warga yang diduga mengidap TB sehingga dapat segera diobati hingga sembuh," kata dr.Benedicta.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026