Dinkes Manokwari optimalkan penemuan kasus kusta melalui Puskesmas - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mengoptimalkan penemuan kasus kusta melalui puskesmas guna memastikan penanganan dan pengobatan bagi penderita dapat dilak...
Manokwari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mengoptimalkan penemuan kasus kusta melalui puskesmas guna memastikan penanganan dan pengobatan bagi penderita dapat dilakukan secara terarah.
"Penanganan kusta menjadi tanggung jawab bersama, baik dinas maupun teman-teman puskesmas," ucap Plt Kepala Dinkes Manokwari Alexander Takdare di Manokwari, Selasa.
Dinkes Manokwari mencatat jumlah penderita kusta yang terdata hingga pertengahan tahun 2026 sebanyak 507 orang dengan prevalensi 21,6 per 10 ribu penduduk.
Alexander mengatakan bahwa penderita kusta yang berhasil diidentifikasi terdiri atas kasus kusta kering (pausi basiler) dan kusta basah (multi basiler).
"Kami terus berkomitmen menekan angka kasus kusta di Manokwari agar bisa mencapai target eliminasi nasional, yaitu kurang dari 1 per 10 ribu penduduk," katanya.
Menurut Alexander, kusta dipengaruhi penularan bakteri mycobacterium leprae dan masuk kategori kelompok penyakit kronis terabaikan (neglected tropical disease), sehingga strategi penanganan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Pendistribusian obat kusta dari provinsi, kata dia, disesuaikan dengan jumlah kasus yang teridentifikasi di kabupaten, sehingga setiap pusat layanan kesehatan harus memperhatikan ketersediaan pasokan obat secara cermat.
Pihaknya terus memberikan pemahaman dan pendampingan medis kepada para penderita kusta agar tetap konsisten menuntaskan pengobatan, mengingat respons tubuh terhadap obat kusta membutuhkan perhatian khusus.
"Meskipun ada tantangan logistik, kami pastikan ketersediaan obat kusta saat ini tetap ada dan aman," ujarnya.
Alexander mengimbau masyarakat Manokwari untuk proaktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau dokter spesialis kulit apabila menemukan gejala awal berupa bercak putih yang mati rasa pada tubuh.
"Masyarakat tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri jika ada gejala bercak putih di kulit, karena seluruh pengobatan disediakan secara gratis," katanya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.