Dinkes lakukan skrining penyakit TB di Lapas Kelas I Madiun - ANTARA News Jawa Timur
Madiun (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melakukan kegiatan skrining tuberkulosis (TB) di Lapas Kelas I Madiun guna mencegah penularan penyakit ...
Madiun (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melakukan kegiatan skrining tuberkulosis (TB) di Lapas Kelas I Madiun guna mencegah penularan penyakit tersebut di lingkungan setempat.
Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani di Madiun, Kamis, mengatakan skrining dilakukan untuk menemukan kasus TB sedini mungkin sehingga pasien dapat segera ditangani sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan lapas.
"Lapas menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena setiap tahun masih berisiko ditemukan kasus TB. Tahun 2025 ada 12 kasus di lapas, sedangkan tahun ini sudah ditemukan empat kasus," ujarnya.
Menurutnya, skrining TB dilakukan dipadukan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Untuk pemeriksaan lebih dulu difokuskan kepada warga binaan yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB, terutama mereka yang berada dalam satu sel. Namun, layanan ini tidak hanya menyasar warga binaan, melainkan juga petugas lapas.
Denik menjelaskan tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan di Lapas Kelas I Madiun selama enam hari dengan target sekitar 100 orang setiap hari. Total sasaran yang disiapkan mencapai sekitar 600 orang.
Di samping penemuan kasus tuberkulosis, para peserta turut diberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan menyeluruh lewat program CKG tersebut. Di antaranya, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah acak.
Selain itu, peserta yang dicurigai mengalami gejala TB akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi medis.
Dinkes Kota Madiun terus melakukan deteksi dini atau skrining melalui berbagai program di wilayahnya. Selain itu, bagi para penderita, diharapkan melakukan pengobatan TB secara rutin dan tuntas minimal enam bulan berturut-turut agar sembuh total.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.