pickleballvnz.com

Dindikpora Rembang beri edukasi guru PJOK pahami risiko hukum pembelajaran

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memberikan edukasi kepada guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) agar ANTARA News jateng peristiwa ...

Dindikpora Rembang beri edukasi guru PJOK pahami risiko hukum pembelajaran

Kamis, 20 Agustus 2026 08:27 WIB

Image Print

Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Ahmad Sholchan saat sosialisasi hukum bagi guru PJOK di Gedung PKG Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Rembang

Rembang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memberikan edukasi kepada guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) agar memahami aspek hukum dan risiko hukum dalam kegiatan pembelajaran olahraga sebagai langkah antisipasi.

"Edukasi soal aspek hukum ini untuk menyamakan pemahaman guru PJOK terkait berbagai risiko yang dapat muncul selama proses pembelajaran olahraga," kata Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Ahmad Sholchan saat sosialisasi hukum bagi guru PJOK di Gedung PKG Kecamatan Lasem, Rembang, Rabu.

Dia mengatakan guru PJOK memiliki risiko lebih besar karena proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik dan praktik di lapangan.

"Mengingat guru PJOK memiliki risiko lebih besar dibandingkan guru mata pelajaran lain karena kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan melalui praktik di luar kelas," ujarnya

Menurut dia, berbagai kemungkinan risiko dalam pembelajaran olahraga perlu diantisipasi sejak awal. Guru juga harus memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi insiden, termasuk ketika siswa mengalami cedera atau gangguan kesehatan saat mengikuti pembelajaran.

Kegiatan tersebut diikuti guru olahraga dari jenjang SD dan SMP dengan menggandeng Polres Rembang sebagai narasumber.

Dalam kegiatan sosialisi tersebut, Dindikpora menghadirkan KBO Reskrim Polres Rembang IPTU Dr. Widodo Eko Prasetiyo sebagai narasumber. Pihak kepolisian memberikan pemahaman kepada guru mengenai aspek hukum dan potensi risiko hukum yang dapat muncul dalam kegiatan pembelajaran PJOK.

Ahmad menjelaskan sosialisasi dilaksanakan selama tiga hari di sejumlah wilayah. Sebelumnya, kegiatan digelar di wilayah Rembang Barat, kemudian Rembang Timur di Kecamatan Lasem, dan dilanjutkan Kamis (20/8) di Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang dengan peserta khusus guru SMP.

Dia menambahkan tujuan utama sosialisasi tersebut adalah menciptakan kondisi "murid sehat, guru aman".

Oleh karena itu, sebelum pembelajaran dimulai, guru PJOK diminta memastikan kondisi kesehatan siswa dan mengetahui apakah ada peserta didik yang sedang sakit atau tidak memungkinkan mengikuti aktivitas olahraga.

Selain pengecekan kondisi siswa, persiapan kegiatan olahraga juga harus dilakukan secara matang dan sesuai dengan rencana pembelajaran. Guru diminta melaksanakan pembelajaran sesuai rencana dan materi yang telah disusun untuk hari tersebut.

Sementara itu, kepala sekolah memiliki kewajiban melakukan pengawasan dan supervisi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan guru. Pengawasan tidak harus dilakukan dengan menunggu guru setiap kali melaksanakan pembelajaran, tetapi memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan.

Salah satu peserta sosialisasi, Guru PJOK SDN Banowan Kecamatan Sarang Lela Ayu Rinanti, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai aspek hukum dan mitigasi keselamatan sangat dibutuhkan guru PJOK untuk meningkatkan perlindungan terhadap siswa.

"Kegiatan yang diselenggarakan ini bagi guru PJOK sangat dibutuhkan, karena terkait dengan mitigasi keselamatan siswa yang akan kami ajarkan. Selama ini kita mengajarkan, tetapi aspek keamanan juga perlu diperhatikan sehingga ke depan penanganan anak-anak bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Lela mengatakan guru PJOK menghadapi risiko cukup besar karena aktivitas pembelajaran melibatkan kegiatan fisik. Oleh sebab itu, pemanasan menjadi salah satu bagian penting yang harus dilakukan sebelum kegiatan olahraga dimulai.

Ia menjelaskan metode pembelajaran PJOK di tingkat SD juga disesuaikan dengan usia dan karakteristik siswa. Materi olahraga bagi siswa sekolah dasar banyak dikemas dalam bentuk permainan agar pembelajaran tetap menyenangkan sekaligus aman.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.