Dindalduk KB Blora mengalokasikan anggaran Rp1,905 miliar untuk honor kader IMP
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran Rp1,905 miliar untuk mendukung operasional institusi ANTARA News jateng peristiwa ...
Dindalduk KB Blora mengalokasikan anggaran Rp1,905 miliar untuk honor kader IMP
Sabtu, 5 September 2026 17:16 WIB
Kabid Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora Nurwanto Adi Prakoso. ANTARA/Gunawan
Blora (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran Rp1,905 miliar untuk mendukung operasional institusi masyarakat pedesaan/perkotaan (IMP) dan sub-IMP.
"Anggaran sebesar itu dialokasikan lewat APBD 2026. Guna mendukung IMP dan sub-IMP dalam melaksanakan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana)," kata Kabid Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Dindalduk KB Blora Nurwanto Adi Prakoso di Blora, Sabtu.
Ia mengatakan anggaran tersebut antara lain untuk memberikan honor kepada kader IMP dan sub-IMP yang membantu pelaksanaan program Bangga Kencana di tingkat masyarakat.
"IMP dan sub-IMP ini membantu kami dalam pelaksanaan program Bangga Kencana sampai ke tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat 295 kader IMP yang masing-masing menerima honor Rp200 ribu per bulan, sedangkan 665 kader sub-IMP menerima honor Rp150 ribu per bulan.
"Dengan jumlah tersebut, total honor yang dialokasikan setiap bulan mencapai Rp158,75 juta atau Rp1,905 miliar dalam setahun," ujarnya.
Ia menjelaskan keberadaan IMP dan sub-IMP penting dalam membantu pemerintah daerah menjangkau masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Para kader tersebut terlibat dalam berbagai kegiatan, antara lain sosialisasi dan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai program Bangga Kencana, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, pencegahan perkawinan anak, ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta pengasuhan anak dan remaja.
Selain itu, mereka turut membantu penggerakan pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga, serta kegiatan kelompok seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja.
"Termasuk membantu pelayanan terhadap akseptor keluarga berencana, kegiatan Dapur Dahsyat, serta komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan IMP dan sub-IMP juga membantu melakukan pendataan serta pemetaan permasalahan keluarga di wilayah masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi salah satu dukungan dalam menentukan sasaran dan pelaksanaan program Bangga Kencana.
Dalam pelaksanaan, kata Nurwanto, kegiatan yang melibatkan IMP dan sub-IMP pada umumnya berlangsung dua hingga tiga kali dalam sebulan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.