pickleballvnz.com

Dijuluki Erling Haaland, Kemana Mitchell Baker saat Timnas Indonesia Dihajar Vietnam?

 Bola Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB VIVA – Timnas Indonesia hancur le...

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

VIVA – Timnas Indonesia hancur lebur dihajar Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026. Bertanding di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Senin 3 Agustus 2026, Indonesia kalah dengan skor memalukan 0-3.

Baca Juga

Ini untuk pertama kalinya, pasukan John Herdman tak mampu mencetak gol dalam laga Piala AFF 2026. Sebelumnya, Indonesia berhasil menang telak 7-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada laga ini, pemain yang diharapkan kembali mengganas yakni Mitchell Baker justru tak berkutik. Setelah mencetak empat gol dalam dua laga, pemain 19 tahun itu  hanya mencatatkan tiga tendangan ke gawang dalam 82 menit kesempatan yang diberikan Herdman. Rinciannya, hanya satu yang tepat sasaran.

Baca Juga

Melansir flashscore, Baker mendapatkan rating 5,7 atau  nomor tiga terburuk di atas Nadeo Argawinata dan Ragnar Oratmangoen. 

Baker nyaris tidak mendapatkan ruang untuk menunjukkan ketajamannya. Lini pertahanan Vietnam tampil disiplin dalam mengawal pergerakannya, sementara aliran bola dari lini tengah Timnas Indonesia juga kerap terputus.

Baca Juga

Sepanjang pertandingan, Baker lebih sering menunggu umpan di sepertiga akhir lapangan. Sayangnya, para gelandang Garuda kesulitan membangun serangan akibat tekanan tinggi yang diterapkan Vietnam sejak menit-menit awal.

Akibatnya, bola jarang sampai ke kaki Baker dalam posisi berbahaya. Penyerang berusia 19 tahun itu bahkan beberapa kali harus turun jauh ke area tengah hanya untuk menyentuh bola dan membantu proses pembangunan serangan.

Dominasi Vietnam di sektor tengah menjadi salah satu faktor utama meredupnya penampilan Baker. Trio gelandang The Golden Star Warriors mampu memutus alur permainan Indonesia sehingga kreativitas Thom Haye, Marc Klok, maupun rekan-rekannya tidak berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minimnya suplai bola membuat Baker kehilangan senjata utamanya, yakni penyelesaian akhir di dalam kotak penalti. Dari tiga percobaan yang dilepaskannya, hanya satu yang benar-benar mengarah ke gawang dan belum cukup merepotkan kiper Vietnam.

Kekalahan ini sekaligus menjadi ujian pertama bagi Baker setelah tampil sensasional di dua laga awal. Meski gagal mencetak gol, performanya dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas individu sang pemain, melainkan juga dipengaruhi buruknya permainan kolektif Timnas Indonesia, terutama di lini tengah yang kalah duel dan gagal mengontrol tempo pertandingan.

Halaman Selanjutnya

Laga melawan Singapura nanti diprediksi menjadi kesempatan bagi Baker untuk kembali membuktikan ketajamannya. Namun, hal itu tentu bergantung pada kemampuan lini tengah Timnas Indonesia menghadirkan suplai bola yang lebih baik agar sang bomber bisa kembali menunjukkan insting golnya.