pickleballvnz.com

Dianggap Mistis, Ini 5 Fakta Ayam Cemani yang Jadi Sesajen Gunung Kawi

Jakarta - Heboh topik pesugihan Gunung Kawi yang konon membutuhkan sesajen seekor ayam cemani. Di balik hitam legam ayam tersebut, ternyata menyimpan fakta unik.Belakangan, nama ayam cemani kembali menjadi per...

Jakarta -

Heboh topik pesugihan Gunung Kawi yang konon membutuhkan sesajen seekor ayam cemani. Di balik hitam legam ayam tersebut, ternyata menyimpan fakta unik.

Belakangan, nama ayam cemani kembali menjadi perbincangan setelah dikaitkan dengan praktik pesugihan di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ayam berbulu hitam legam yang terkenal mahal ini memang telah lama lekat dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat, terutama dalam sejumlah ritual tradisional di Pulau Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sedikit orang yang percaya ayam cemani memiliki kekuatan gaib sehingga sering dijadikan bagian dari sesaji atau perlengkapan upacara adat tertentu. Namun, para ahli menegaskan bahwa anggapan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan budaya yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Di balik berbagai mitos yang menyelimutinya, ayam cemani merupakan salah satu unggas asli Indonesia yang memiliki nilai genetik tinggi. Warna hitamnya yang khas berasal dari mutasi gen tertentu, bukan karena hal-hal supranatural.

Berikut ini 5 fakta ayam cemani yang dilansir dari jurnal IPB:

Beternak ayam cemani jadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Seperti peternak di Bogor ini yang raup cuan jutaa rupiah dari penjualan ayam cemani.Ayam cemani merupakan ayam asli Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA

1. Ayam Asli Indonesia

Ayam cemani merupakan salah satu ras ayam asli Indonesia yang berasal dari wilayah Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Nama 'cemani' berasal dari bahasa Jawa yang berarti hitam pekat.

Ras ayam ini telah dipelihara masyarakat Jawa sejak lama. Selain sebagai unggas peliharaan, ayam cemani juga kerap digunakan dalam berbagai tradisi dan upacara adat.

Kini, ayam cemani diakui sebagai salah satu plasma nutfah unggas Indonesia yang memiliki nilai genetik tinggi. Keberadaannya menjadi kekayaan hayati yang perlu dilestarikan.

2. Warna Hitam karena Genetik

Ciri paling mencolok ayam cemani adalah warna hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Mulai dari bulu, kulit, paruh, kaki, hingga sebagian besar organ dalam tampak berwarna hitam.

Keunikan tersebut disebabkan oleh kondisi genetik yang disebut fibromelanosis. Kondisi ini membuat pigmen melanin menyebar secara berlebihan ke berbagai jaringan tubuh.

Penelitian menemukan mutasi pada gen EDN3 (Endothelin 3) menjadi penyebab utama fenomena tersebut. Penelitian ini membuktikan warna hitam ayam cemani dapat dijelaskan secara ilmiah dan bukan karena unsur mistis.

3. Bukan Satu-satunya Ayam Hitam di Dunia

Terkenal sebagai ayam serba hitam, ayam cemani bukan satu-satunya ras yang memiliki kondisi tersebut. Ada beberapa ras lain dengan karakter serupa.

Contohnya adalah ayam Silkie dari China, Kadaknath dari India, dan Svarthöna dari Swedia. Ketiganya juga mengalami fibromelanosis yang membuat warnanya hitam pekat pada seluruh tubuhnya.

Tetapi jika dibandingkan dengan ayam hitam lain, ayam cemani memiliki tingkat pigmentasi hitam yang lebih menyeluruh. Hal inilah yang membuatnya menjadi salah satu ayam paling unik di dunia.

Tak Hanya di Indonesia, Ayam Hitam Cemani Juga Populer dan Mahal di IndiaSebab warnanya yang hitam pekat, ayam ini kerap dikaitkan dengan hal mistis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Cheri Alguire

4. Sering Dikaitkan dengan Hal Mistis

Ayam cemani telah lama dikaitkan dengan berbagai kepercayaan masyarakat. Dalam budaya Jawa, ayam ini sering digunakan dalam ritual atau upacara tertentu.

Sebab seluruh tubuhnya berwarna hitam, sebagian orang menganggap ayam cemani memiliki kekuatan gaib. Mitos tersebut masih berkembang hingga sekarang.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa keunikan ayam cemani berasal dari faktor genetika. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa ayam ini memiliki kekuatan supranatural.

5. Aman untuk Dikonsumsi

Ayam cemani bisa dikonsumsi layaknya ayam pada umumnya. Walaupun tubuhnya didominasi warna hitam, mulai dari kulit, daging, hingga tulangnya, ayam cemani tetap termasuk ayam domestik yang aman dimakan.

Dari sisi rasa dan kandungan gizi, daging ayam cemani tidak memiliki perbedaan yang terbukti signifikan dibandingkan jenis ayam lokal lainnya. Beberapa orang menilai tekstur dagingnya lebih kenyal dan cita rasanya lebih gurih.

Tetapi hal tersebut juga dipengaruhi oleh umur ayam, cara pemeliharaan, serta proses pengolahan daripada warna hitam pada dagingnya.

Meski aman dikonsumsi, ayam cemani lebih sering dipelihara sebagai ayam hias, indukan, atau koleksi sebab harganya yang mahal. Kisaran harga satu ekor ayam cemani dari angka Rp500 ribu hingga jutaan rupiah tergantung besarnya.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)