pickleballvnz.com

Di Tengah Industri Ultra-Processed Food, Kebijakan Pangan Nasional Didorong Tetap Berbasis Sains

Jakarta, VIVA – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menegaskan pentingnya kebijakan pangan yang berpijak pada bukti ilmiah, di tengah berkembangnya beragam persepsi terhadap pangan olahan atau ...

Jakarta, VIVA – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menegaskan pentingnya kebijakan pangan yang berpijak pada bukti ilmiah, di tengah berkembangnya beragam persepsi terhadap pangan olahan atau Ultra-Processed Food (UPF).

Baca Juga

Karenanya, Ketua Umum PATPI, Prof. Dr. Giyatmi mengatakan, melalui seminar nasional 'Membangun Peradaban Teknologi Pangan untuk Future and Healthy Food' yang digelar di Jakarta hari ini, pihaknya ingin mempertemukan pemerintah, regulator, akademisi, organisasi profesi, dan industri, untuk membangun perspektif yang lebih utuh mengenai masa depan sistem pangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perdebatan mengenai pangan tidak boleh hanya didasarkan pada persepsi atau tren global. Indonesia membutuhkan kebijakan pangan yang dibangun di atas bukti ilmiah," kata Prof. Giyatmi dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga

Makanan olahan

Photo :

"Tujuannya agar mampu menjawab tantangan gizi, keamanan pangan, ketahanan pangan, sekaligus mendorong inovasi industri pangan nasional. Karena teknologi pangan bukan masalah, melainkan bagian dari solusi,” ujarnya.

Baca Juga

Dia mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan gizi yang semakin kompleks. Selain masih berupaya mengatasi kekurangan gizi, angka obesitas dan penyakit metabolik juga terus meningkat.

Di sisi lain, berkembang stigma terhadap pangan olahan yang sering kali hanya dikaitkan dengan tingkat proses pengolahannya, kerap terjadi tanpa melihat aspek keamanan, kandungan gizi, maupun inovasi teknologi yang mendukung penyediaan pangan bagi masyarakat. 

Karenanya, Giyatmi menekankan bahwa PATPI mendorong lahirnya dialog berbasis sains, agar kebijakan pangan nasional disusun secara komprehensif dan proporsional. "Ilmu pengetahuan harus menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pangan," ujarnya.

Para akademisi, ilmuwan, regulator, pelaku industri, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan yang hadir pada seminar nasional ini, menyadari bahwa sistem pangan dunia sedang menghadapi perubahan yang sangat cepat akibat pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam, perubahan pola konsumsi, urbanisasi, dan meningkatnya tantangan kesehatan masyarakat.

Karenanya, PATPI pun mendeklarasikan future and heathy food (Pangan Masa Depan & Sehat) dan sekaligus menyatakan komitmennya untuk:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1). Menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan pangan dan gizi di Indonesia

2). Membangkan sistem pangan yang aman, bergizi, sehat, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat

Halaman Selanjutnya

3). Mengakui teknologi pangan dan gizi sebagai bagian dari solusi dalam memperkuat ketahanan dan keamanan pangan, meningkatkan kegunaan dan kualitas gizi, serta melindungi kesehatan masyarakat