pickleballvnz.com

Di Balik Kemesraan Prabowo, Jokowi dan Gibran, Perbedaan Warna Politik Disinggung PAN

Home / News / Politik Kamis, 20 Agustus 2026, 01:00 WIB Warta Ekonomi, Jakarta - Kebersamaan Preside...

Kamis, 20 Agustus 2026, 01:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini mendapat respons dari Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, ada pesan tersendiri dari kebersamaan ketiganya di HUT RI ke-81.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Viva Yoga Mauladi menilai pemandangan ketika ketiga tokoh tersebut duduk berdekatan dan berbincang bersama menunjukkan bahwa perbedaan warna politik tidak harus menghilangkan hubungan baik antarpemimpin.

Baca Juga: PDIP: Di NTT Banyak Orang Bertanya 'Pak, Benar Tidak Ijazahnya Pak Jokowi Itu Asli atau Palsu?'

"Menurut kami, tempat duduk ketiganya adalah hal yang biasa saja, sesuai dengan aturan protokoler kepresidenan dalam acara kenegaraan," kata Viva Yoga, dikutip Kamis (20/8/2026).

Namun, ia mengakui momen tersebut memiliki pesan politik tersendiri. Kebersamaan ketiga tokoh tersebut dinilai mampu menepis spekulasi mengenai hubungan yang tidak harmonis.

Viva menegaskan perbedaan pilihan politik merupakan konsekuensi yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut tidak semestinya berubah menjadi permusuhan yang mengancam persatuan bangsa.

"Keperbedaan warna politik dan aliran pemikiran politik bagi masyarakat Indonesia adalah suatu keniscayaan, taken for granted. Tetapi tidak boleh merusak integrasi nasional, kohesivitas sosial, dan cita-cita kemerdekaan," ucapnya.

Menurut Viva, para elite seharusnya menunjukkan bahwa kompetisi politik dapat berlangsung tanpa menghilangkan rasa saling menghormati.

"Kehadiran Pak Jokowi yang duduk berdampingan dengan presiden dalam suasana penuh kegembiraan telah melenyapkan spekulasi politik yang menafsirkan adanya keretakan hubungan," ujarnya.

Ia bahkan menyebut kebersamaan tersebut sebagai gambaran politik yang sehat. Bagi Viva, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa perbedaan tidak harus menghasilkan perpecahan.

Viva kemudian mengingatkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, keberagaman pilihan politik harus ditempatkan dalam kerangka persatuan nasional.

"Berbeda-beda tetap satu adalah doktrin kebangsaan yang harus dirawat sepanjang masa," imbuhnya.

Ia menilai masyarakat akan lebih senang melihat para pemimpinnya menjaga komunikasi dan menunjukkan kekompakan dibandingkan mempertontonkan perselisihan.

"Rakyat pasti senang jika para pemimpinnya kompak, menjaga persahabatan, dan saling bertegur-sapa. Pemimpin mesti memberikan suri keteladanan bagi masyarakat," katanya.

Diketahui, Jokowi, Prabowo dan Gibran terlihat bersama setelah upacara HUT RI ke-81 di Istana, Jakarta. Prabowo duduk di tengah. Jokowi di sisi kanan. Sementara Gibran di sisi kiri.

Baca Juga: Hadiah Tembus Rp1 Miliar, Ada 'Beking' Rp700 Juta di Balik Upaya Denny Indrayana Kejar Ijazah Gibran

Ketiganya terlihat berbincang dan tertawa bersama. Mereka kemudian menyaksikan demonstrasi pesawat tempur dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar