Design & Object Hadir di IDD PIK2, Ajak Publik Kenali Desain dari Benda Sehari-hari
AKURAT.CO Sebuah kursi, cangkir, lampu, hingga benda dekoratif di rumah mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik benda-benda tersebut terdapat proses desain yang menentukan fungsi, kenyamanan, karakter, bahk...
AKURAT.CO Sebuah kursi, cangkir, lampu, hingga benda dekoratif di rumah mungkin terlihat sederhana.
Namun, di balik benda-benda tersebut terdapat proses desain yang menentukan fungsi, kenyamanan, karakter, bahkan suasana sebuah ruang.
Pendekatan itu yang diangkat Indonesia Design District (IDD) PIK2 melalui Design & Object, sebuah curated showcase yang berlangsung di Townhall IDD PIK2 pada 21-30 Agustus 2026.
Mengusung semangat “Design meets everyday living”, pameran ini mengajak publik melihat desain dari sudut yang lebih dekat dengan keseharian.
Desain tidak hanya ditampilkan melalui karya berskala besar atau konsep interior yang kompleks, tetapi juga lewat objek yang digunakan masyarakat setiap hari.
Mulai dari furniture, lighting, tableware, aksesori, keramik hingga berbagai objek dekoratif hadir dalam satu ruang pamer.
Setiap produk dikurasi dengan mempertimbangkan nilai estetika, fungsi, material, karakter, serta cerita yang dibawanya ke dalam sebuah ruang.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pilihan sebuah benda dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika berada di rumah maupun ruang lainnya.
Lampu, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan. Bentuk, material dan karakter pencahayaan dapat ikut menentukan atmosfer ruang.
Begitu pula dengan kursi, meja, cangkir maupun aksesori kecil yang bisa memberikan identitas berbeda pada interior.
Melalui Design & Object, pengunjung dapat mengeksplorasi hubungan antara fungsi dan estetika tersebut secara langsung.
Sejumlah brand dan creative makers ikut berpartisipasi dalam showcase ini. Di antaranya Juno Home, Pouffie, Firm, Cayenne, Saint James, Modico, Manawa, Nicole’s, OSLO, Kolekan Keramik, Kurekareka, Kronods, Louie, Spring Air, Zees, Krafti Kraft, dan Synergy.
Keberagaman peserta membuat objek yang ditampilkan tidak terpaku pada satu kategori maupun gaya tertentu.
Pengunjung dapat menemukan beragam pendekatan terhadap bentuk, material dan fungsi dalam satu tempat.
Baca Juga: Kemenag Buka Beasiswa BeZakat 2026 untuk Kuliah S1 Fully Funded, Ini Cara Daftarnya