Dekopin: Stigma koperasi sebagai ekonomi kuno sudah tak relevan - ANTARA News Jawa Timur
kami sangat meyakini, koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menegaskan anggapan atau stigma bahwa koperasi merupaka...
kami sangat meyakini, koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar
Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menegaskan anggapan atau stigma bahwa koperasi merupakan model ekonomi kuno, tradisional, dan berskala kecil sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan ekonomi global.
"Kami contohkan klub-klub sepak bola raksasa di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola secara modern dengan menggunakan sistem koperasi. Bahkan salah satu perbankan terbesar di Belanda, Rabobank, sepenuhnya dimiliki oleh entitas koperasi," kata Bambang dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, contoh tersebut membuktikan koperasi dapat dikelola secara profesional dan menjadi fondasi bagi organisasi maupun lembaga keuangan berskala besar di tingkat internasional.
Menurut dia, pandangan yang selama ini menempatkan koperasi sebagai instrumen ekonomi tradisional perlu diluruskan karena tidak lagi mencerminkan perkembangan praktik perkoperasian di berbagai negara.
"Untuk itu kami sangat meyakini, koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Gilang Widya mengatakan pihaknya terus mendorong transformasi koperasi melalui pendekatan digital agar semakin diminati generasi muda dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ia mengatakan komitmen tersebut diwujudkan dengan memperkenalkan berbagai inovasi bisnis berbasis teknologi yang dikembangkan generasi muda untuk menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi wadah kolaborasi ekonomi yang modern dan kompetitif.
Menurut Gilang, perubahan pendekatan tersebut diharapkan dapat menghapus stigma lama terhadap koperasi sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam mengembangkan gerakan koperasi di Indonesia.
"DEKOPIN bertekad kuat mengubah persepsi masa lalu dan membuktikan kepada generasi muda bahwa koperasi adalah wadah kolaborasi ekonomi yang paling keren, adaptif, serta berdaya saing global," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.