pickleballvnz.com

Dari Garut ke Malaysia, Pengrajin Lokal Manfaatkan Pengiriman Lion Parcel untuk Tembus Pasar Internasional

Di Garut, kebutuhan tersebut turut terlihat dari aktivitas pelanggan dan mitra agen Lion Parcel. Malaysia menjadi salah satu tujuan dengan jumlah pengiriman terbanyak dari pelanggan agen, khususnya untuk produk...

Di Garut, kebutuhan tersebut turut terlihat dari aktivitas pelanggan dan mitra agen Lion Parcel. Malaysia menjadi salah satu tujuan dengan jumlah pengiriman terbanyak dari pelanggan agen, khususnya untuk produk tas dan jaket kulit hasil kerajinan lokal.

Mengapa pengiriman internasional penting bagi pengrajin Garut?

Pengiriman internasional dapat membantu pengrajin lokal menghubungkan produk yang dibuat di daerah dengan pelanggan di luar Indonesia. Dalam kasus Garut, tas dan jaket kulit menjadi contoh produk yang dikirim ke Malaysia melalui jaringan logistik.

Secara sederhana, rantainya adalah:

Artinya, tantangan bagi UMKM untuk menjangkau pasar luar negeri bukan hanya soal menemukan pembeli. Setelah transaksi terjadi, produk tetap harus bisa dikirim dengan proses dan biaya yang dapat diterima oleh penjual maupun pelanggan.

Di titik inilah logistik memiliki peran penting. Marketplace atau media sosial dapat mempertemukan penjual dengan pembeli, tetapi logistik yang memungkinkan transaksi tersebut diwujudkan secara fisik.

Tas dan jaket kulit Garut mulai dikirim ke Malaysia

Cerita mengenai pengiriman produk Garut ke Malaysia datang dari Priyanto (28), mitra agen Lion Parcel di Garut sejak 2020. Menurut dia, kebutuhan pengiriman internasional di wilayahnya semakin membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

Malaysia disebut menjadi salah satu tujuan pengiriman dengan jumlah yang cukup banyak, terutama untuk produk tas dan jaket kulit dari pengrajin setempat.

“Kami senang bisa ikut membantu pengrajin lokal untuk memperluas jangkauan produknya hingga ke pasar luar negeri. Di sisi lain, adanya kebutuhan pengiriman yang rutin ke luar negeri menjadi peluang bagi kami para mitra agen untuk mengembangkan bisnis dan membangun hubungan jangka panjang dengan ratusan pelanggannya,” jelas Priyanto melalui catatan tertulis Lion Parcel yang diterima AKURAT.CO, Senin, 7 September 2026.

Pernyataan tersebut menarik karena memperlihatkan bahwa manfaat perdagangan lintas negara tidak hanya dirasakan oleh penjual dan pembeli. Agen logistik di daerah juga dapat ikut mendapatkan peluang ketika kebutuhan pengiriman berlangsung secara rutin.

Bagi pengrajin, pelanggan dari luar negeri berarti ada pasar tambahan. Bagi agen, pengiriman yang berulang dapat menjadi basis hubungan bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Kemenkop Dorong Koperasi Penuhi Sertifikasi Internasional untuk Ekspor

Baca Juga: Kadin-Kemendag Perkuat Ekosistem Ekspor, Bidik Lebih Banyak Eksportir Baru

Dari produk lokal ke pelanggan internasional, apa peran logistik?

Banyak pembahasan mengenai UMKM menembus pasar internasional berfokus pada kualitas produk, pemasaran digital, atau kemampuan menemukan konsumen baru. Aspek logistik terkadang baru dibicarakan setelah pesanan diperoleh.

Padahal, bagi usaha kecil, ongkos dan akses pengiriman dapat memengaruhi keputusan untuk melayani pelanggan luar negeri.

Bayangkan seorang pengrajin Garut mendapatkan pesanan dari Malaysia. Produk sudah selesai dibuat dan pelanggan sudah bersedia membeli. Namun, transaksi tersebut tetap membutuhkan pilihan pengiriman yang sesuai.

Ada setidaknya tiga hal yang menjadi pertimbangan praktis:

  1. Biaya pengiriman harus diperhitungkan agar tidak menggerus margin penjualan.

  2. Kemudahan proses penting bagi pelaku usaha yang belum memiliki pengalaman mengirim barang ke luar negeri.

  3. Jangkauan negara tujuan menentukan seberapa luas pasar yang secara praktis dapat dilayani.

Karena itu, keberadaan layanan pengiriman internasional dapat dilihat sebagai salah satu infrastruktur pendukung ekspansi UMKM.

Pengrajin tidak harus langsung membangun toko atau jaringan distribusi di negara tujuan untuk mulai melayani pelanggan dari luar Indonesia. Dalam skala tertentu, akses logistik memungkinkan produk dikirim langsung dari daerah asal kepada pembeli.

Pengiriman lintas negara bukan hanya untuk kebutuhan bisnis

Kebutuhan pengiriman internasional di Garut juga terlihat dari cerita Taopik (43), pelanggan Lion Parcel yang sehari-hari bekerja sebagai sol sepatu keliling.

Taopik tinggal di Garut bersama dua anaknya, sedangkan istrinya bekerja di Singapura. Ia rutin mengirim berbagai kebutuhan dari Garut kepada istrinya.

“Biasanya istri saya meminta dikirimkan pakaian, makanan, atau kebutuhan lain yang sulit ditemukan di Singapura. Sejauh ini, Lion Parcel menawarkan harga yang kompetitif dan proses pengirimannya mudah,” ujar Taopik.

Cerita tersebut menunjukkan sisi lain dari fungsi logistik lintas negara. Satu layanan dapat digunakan untuk kebutuhan yang sangat personal, sementara di sisi lain dimanfaatkan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen internasional.

Perbedaannya terletak pada tujuan akhirnya. Taopik menggunakan pengiriman untuk mempertahankan hubungan dan memenuhi kebutuhan keluarga yang terpisah jarak. Pengrajin menggunakan jalur yang sama untuk mengantarkan produk kepada pelanggan di luar negeri.

Perubahan fungsi ini penting karena memperlihatkan bahwa permintaan pengiriman lintas negara tidak selalu berasal dari perusahaan besar atau eksportir berskala besar.

Berapa biaya pengiriman barang ke Malaysia?

Lion Parcel melalui layanan INTERPACK saat ini melayani pengiriman dari Indonesia ke lebih dari 50 negara di lima benua.

Dalam informasi yang diberikan, tarif pengiriman dari Jakarta ke Malaysia tersedia mulai Rp26.000*. Sementara itu, pengiriman dari Jakarta ke Singapura tersedia mulai Rp37.500*.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa pengiriman internasional tidak selalu identik dengan biaya yang sangat besar. Namun, tarif awal tersebut tetap perlu dilihat sesuai ketentuan layanan dan karakteristik barang yang dikirim.

Lion Parcel juga menghadirkan promo diskon ongkos kirim hingga 10% untuk layanan INTERPACK. Promo tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengiriman, baik barang pribadi maupun produk usaha kepada pelanggan internasional.

Bagi pelaku UMKM, informasi mengenai tarif bukan sekadar persoalan biaya. Ongkos logistik perlu dimasukkan ke dalam perhitungan harga jual, terutama ketika produk dikirim secara rutin.

Bagaimana pengrajin Garut bisa memanfaatkan pasar luar negeri?

Kasus pengiriman tas dan jaket kulit dari Garut ke Malaysia memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana produk daerah dapat memperoleh akses ke pasar internasional.

Misalnya, seorang pengrajin memproduksi tas kulit di Garut. Produk kemudian dipasarkan melalui jaringan pelanggan atau kanal digital. Ketika pembeli dari Malaysia melakukan pemesanan, pengrajin perlu memastikan barang siap dikirim dan memilih layanan logistik yang sesuai.

Alurnya menjadi:

Produksi di Garut → mendapatkan pelanggan Malaysia → menyiapkan pesanan → memilih pengiriman internasional → barang dikirim → pelanggan menerima produk.

Dalam skenario tersebut, perusahaan logistik bukan pihak yang menciptakan permintaan terhadap produk. Permintaan tetap bergantung pada kualitas barang, harga, pemasaran, dan kemampuan pelaku usaha mendapatkan pembeli.

Logistik berperan pada tahap berikutnya: memungkinkan produk yang sudah memiliki pembeli untuk bergerak dari daerah asal menuju pasar tujuan.

Inilah alasan mengapa pengiriman internasional sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai layanan tambahan. Bagi sebagian pelaku usaha, akses tersebut merupakan salah satu komponen yang membuat penjualan lintas negara menjadi lebih realistis.

Peluang UMKM tidak berhenti pada penjualan produk

Ada satu hal menarik dari cerita Priyanto. Ketika pengrajin mulai mendapatkan kebutuhan pengiriman ke luar negeri secara rutin, agen logistik di daerah juga memperoleh peluang bisnis.

Artinya, aktivitas perdagangan lintas negara menciptakan efek berantai.

Pengrajin mendapatkan pasar → pelanggan mendapatkan produk → agen mendapatkan aktivitas pengiriman → perusahaan logistik mendapatkan permintaan layanan.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh pengrajin otomatis siap melakukan ekspor hanya karena tersedia layanan pengiriman internasional.

Pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kapasitas produksi, kualitas produk, konsistensi pesanan, harga, komunikasi dengan pelanggan, serta berbagai ketentuan pengiriman yang berlaku.

Dengan kata lain, logistik dapat membuka pintu, tetapi produk dan kemampuan bisnis tetap menentukan apakah peluang tersebut bisa dipertahankan.

Informasi lebih lanjut mengenai diskon ongkos kirim INTERPACK dapat diakses melalui https://lionparcel.com/promo/detail/diskon10-interpack 

Untuk mengetahui cara menjadi mitra agen Lion Parcel, kunjungi https://lionparcel.com/agen

Apa arti pengiriman internasional bagi produk lokal Indonesia?

Kisah pengrajin Garut mengingatkan bahwa upaya membawa produk lokal ke pasar internasional tidak selalu dimulai dari perusahaan besar.

Ada kemungkinan perjalanan tersebut justru dimulai dari usaha kecil, produk khas daerah, satu pelanggan dari luar negeri, lalu kebutuhan untuk mengirimkan barang tersebut.

Dalam konteks ini, pengiriman internasional menjadi penghubung antara kapasitas produksi di daerah dan permintaan yang berada di luar Indonesia.

Malaysia menjadi salah satu contoh tujuan dalam cerita pengrajin Garut. Tas dan jaket kulit menunjukkan bahwa produk yang dibuat oleh usaha lokal memiliki peluang untuk menemukan pembeli di luar negeri ketika akses pasar dan logistik dapat bertemu.

Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan perkembangan mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis turut mendorong beragamnya kebutuhan pengiriman internasional.

“Pengiriman ke luar negeri memiliki peran yang semakin relevan, baik untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga maupun mendukung pelaku usaha memperluas pasar. Kami ingin memastikan kebutuhan tersebut dapat dilayani dengan akses pengiriman yang mudah dan pilihan layanan yang sesuai,” ujar Kenny.

Pada akhirnya, kemampuan UMKM untuk menjangkau pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang. Ada rangkaian ekosistem yang harus bekerja bersama, mulai dari menemukan pembeli hingga memastikan barang benar-benar sampai ke tangan pelanggan.

Pengalaman pengrajin Garut menunjukkan salah satu bagian dari proses tersebut. Produk yang dibuat di daerah dapat memiliki pelanggan di luar negeri, sementara jaringan logistik menjadi penghubung yang memungkinkan transaksi tersebut berlangsung.

Bagi UMKM yang selama ini hanya melihat pasar domestik, pertanyaannya pun bisa bergeser. Bukan lagi sekadar “bisakah produk saya dijual ke luar negeri?”, tetapi juga “apa yang perlu disiapkan agar ketika pembeli luar negeri datang, produk saya benar-benar bisa sampai kepada mereka?”

Pantau terus perkembangan UMKM, logistik, dan ekonomi digital Indonesia untuk melihat bagaimana produk lokal semakin terhubung dengan pasar global.

Baca Juga: MINIPACK Lion Parcel Sesuaikan Ongkir Paket Ringan, Tak Lagi Terpaku Tarif 1 Kg

Baca Juga: Cara Menjadi Agen Lion Parcel: Modal Mulai Rp10 Juta, Syarat, Cara Daftar, dan Potensi Keuntungannya

FAQ

Apakah pengiriman internasional bisa digunakan UMKM untuk menjual produk ke luar negeri?

Bisa. Pengiriman internasional dapat menjadi salah satu sarana bagi UMKM untuk mengirim produk kepada pelanggan di luar Indonesia. Dalam kasus Garut, tas dan jaket kulit dari pengrajin lokal disebut menjadi salah satu produk yang dikirim ke Malaysia melalui jaringan Lion Parcel.

Berapa biaya kirim barang dari Indonesia ke Malaysia?

Berdasarkan informasi Lion Parcel dalam narasi sumber, tarif pengiriman dari Jakarta ke Malaysia melalui layanan INTERPACK tersedia mulai dari Rp26.000*. Tarif aktual dapat bergantung pada ketentuan dan karakteristik pengiriman yang berlaku.

Mengapa Malaysia menjadi salah satu tujuan pengiriman dari Garut?

Menurut Priyanto, mitra agen Lion Parcel di Garut, Malaysia menjadi salah satu tujuan dengan jumlah pengiriman terbanyak di wilayahnya, khususnya untuk produk tas dan jaket kulit dari pengrajin lokal. Informasi tersebut menggambarkan adanya kebutuhan pengiriman produk usaha dari Garut menuju pasar Malaysia.

Apa peran logistik dalam membantu UMKM masuk pasar internasional?

Logistik menghubungkan produk yang dibuat UMKM dengan pelanggan di luar negeri. Ketika pelaku usaha sudah memperoleh pembeli internasional, layanan pengiriman membantu memastikan produk dapat bergerak dari lokasi produksi menuju negara tujuan.

Produk apa dari Garut yang banyak dikirim ke Malaysia?

Berdasarkan keterangan Priyanto, produk yang banyak dikirim ke Malaysia antara lain tas dan jaket kulit yang dibuat oleh pengrajin lokal. Narasi tersebut tidak memberikan angka volume pengiriman maupun nilai transaksi produk tersebut.

Apa itu INTERPACK Lion Parcel?

INTERPACK merupakan layanan pengiriman internasional Lion Parcel yang dalam narasi sumber disebut melayani pengiriman dari Indonesia ke lebih dari 50 negara di lima benua. Layanan ini digunakan untuk berbagai kebutuhan pengiriman lintas negara, termasuk barang pribadi dan produk usaha.

Apakah pengiriman internasional hanya dibutuhkan pelaku usaha?

Tidak. Kebutuhannya juga dapat bersifat personal. Taopik, pelanggan Lion Parcel di Garut, misalnya, rutin mengirim pakaian, makanan, dan kebutuhan lain kepada istrinya yang bekerja di Singapura. Di sisi lain, pengiriman lintas negara juga digunakan untuk mendukung pengiriman produk usaha kepada pelanggan internasional.