Danantara Genjot Restrukturisasi, Laba Pelindo Melonjak 60%
Home / EkBis / Bisnis Rabu, 22 Juli 2026, 20:31 WIB Warta Ekonomi, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia ...
Rabu, 22 Juli 2026, 20:31 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun pada semester I 2026, tumbuh 60,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan kinerja tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang diperkuat melalui arahan strategis Danantara Indonesia, mencakup penataan portofolio, efisiensi organisasi, dan penguatan bisnis inti.
Pertumbuhan laba juga ditopang oleh meningkatnya aktivitas operasional di pelabuhan. Hingga Juni 2026, arus peti kemas yang dikelola Pelindo mencapai 9,96 juta TEUs, naik 7% dibandingkan semester I 2025. Peningkatan volume tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas logistik dan pergerakan barang yang menjadi indikator aktivitas ekonomi riil.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan peningkatan laba berasal dari kombinasi pertumbuhan pendapatan yang mengikuti kenaikan volume layanan serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.
“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujar Achmad.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut, Pelindo melanjutkan transformasi korporasi melalui penyederhanaan struktur perusahaan (corporate streamlining) sebagai bagian dari agenda transformasi yang dijalankan Danantara Indonesia.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi fungsi maupun transaksi antarentitas di dalam grup.
“Penyederhanaan struktur korporasi diarahkan untuk membangun tata kelola yang lebih efektif, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi fungsi dan transaksi antarperusahaan di dalam grup. Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai,” kata Achmad.
Selain restrukturisasi organisasi, Pelindo juga melanjutkan berbagai program peningkatan efisiensi operasional. Upaya tersebut dilakukan melalui standardisasi layanan kepelabuhanan, digitalisasi proses bisnis, peningkatan produktivitas terminal, serta optimalisasi perencanaan dan pengendalian operasi.
Transformasi operasional tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan logistik dan perdagangan.
Baca Juga: Pelindo Siap Jadi Mitra Strategis Arab Saudi untuk Perkuat Konektivitas Perdagangan
Baca Juga: Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
Baca Juga: Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Layanan untuk Jaga Arus Logistik
Di sisi pengembangan bisnis, Pelindo terus memperluas jaringan pelabuhan berbasis konsep hub and spoke serta mengintegrasikan layanan pelabuhan dengan kawasan industri, pusat logistik, dan berbagai moda transportasi.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dari dan menuju berbagai wilayah di Indonesia.
“Melalui pengembangan jaringan dan integrasi layanan tersebut, kami ingin memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional sekaligus menciptakan konektivitas arus barang yang semakin efisien,” ujar Achmad.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri