pickleballvnz.com

Dana Pemda di Bank BPD DIY Turun 22,6%, Efisiensi Anggaran Jadi Penyebab

ILUSTRASI. BPD DIY (KONTAN/Panji Indra) Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana pemerintah daerah (pemda) yang ditempatkan di Bank BPD DIY mengalami penurunan pada Juli 2...

ILUSTRASI. BPD DIY (KONTAN/Panji Indra)

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana pemerintah daerah (pemda) yang ditempatkan di Bank BPD DIY mengalami penurunan pada Juli 2026.

Kondisi ini terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta penurunan transfer ke daerah (TKD) pada tahun ini.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto mengatakan, dana pemda yang ditempatkan di Bank BPD DIY pada Juli 2026 turun 22,6% secara tahunan (year on year/YoY).

"Hal ini dapat disebabkan salah satunya karena kebijakan dan fokus efisiensi anggaran/TKD turun di tahun 2026," ujar Agus kepada Kontan.co.id, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Dana Pemda Sumbar di Bank Nagari Naik, Porsinya Kini Capai 20% dari DPK

Penurunan dana pemda tersebut turut memengaruhi kontribusinya terhadap total dana pihak ketiga (DPK) Bank BPD DIY.

Pada Juli 2026, porsi dana pemda tercatat sebesar 11,22% dari total DPK. Angka tersebut turun dibandingkan posisi 2025 yang mencapai 11,66%.

Dengan demikian, kontribusi dana pemda terhadap total DPK Bank BPD DIY menyusut sekitar 0,44 poin persentase.

Meski dana pemda mengalami penurunan, Bank BPD DIY masih mengandalkan dana masyarakat atau ritel sebagai sumber utama pendanaan.

Agus mengatakan, porsi DPK yang berasal dari tabungan masyarakat atau ritel masih berada di atas 60%.

Dana Pemda Tak Langsung Tekan Kredit

Agus menilai, dinamika dana pemda tidak secara langsung memengaruhi kemampuan Bank BPD DIY dalam menyalurkan kredit ke sektor riil.

Menurutnya, faktor yang lebih signifikan memengaruhi pertumbuhan kredit saat ini adalah kondisi perekonomian yang berdampak terhadap daya beli masyarakat.

"Dinamika besaran dana Pemda tampaknya tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyaluran kredit sektor riil. Hal yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan kredit adalah kondisi ekonomi saat ini yang menyebabkan daya beli menurun," jelasnya.

Baca Juga: Belanja Pemda Masih Rendah, Dana Pemda di BPD Beragam

Di sisi lain, Bank BPD DIY terus mendukung aktivitas pemerintah daerah, termasuk dalam proses realisasi anggaran belanja.

Sebagai mitra utama pemerintah daerah, Bank BPD DIY mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui layanan digital, seperti Cash Management System (CMS) dan integrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Menurut Agus, digitalisasi transaksi tersebut dapat membuat proses belanja pemerintah daerah berjalan lebih efisien sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

Ke depan, Bank BPD DIY memperkirakan perkembangan dana pemda akan mengikuti realisasi program kerja pemerintah daerah.

Agus mengatakan, tingkat penyerapan anggaran pada dasarnya berjalan seiring dengan realisasi program kerja pemda.

Karena itu, Bank BPD DIY akan terus mendukung pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui penyediaan solusi keuangan yang modern dan andal untuk menunjang kelancaran aktivitas pemerintahan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi program pemerintah daerah sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di DIY.

Baca Juga: DPK Valas Perbankan Melambat, Ekonom Soroti Kebutuhan Dolar Korporasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News