pickleballvnz.com

Dana Kelolaan Reksa Dana Dolar Naik 13%, Diversifikasi Global Makin Dilirik

Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Avanty Nurdiana KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana kelolaan reksadana lokal dalam dolar AS meningkat US$ 388 juta atau 13% year to date hingga pertengahan 2026. Kenaikan ini menu...

Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana kelolaan reksadana lokal dalam dolar AS meningkat US$ 388 juta atau 13% year to date hingga pertengahan 2026. Kenaikan ini menunjukkan minat terhadap instrumen berdenominasi dolar AS sebagai alternatif diversifikasi portofolio.

Bank Indonesia juga mencatat posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia mencapai US$571,5 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 1,9% secara kuartalan dari US$560,7 miliar pada kuartal sebelumnya.

“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai diversifikasi global semakin relevan. Namun, diversifikasi global tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai respons terhadap pergerakan Rupiah atau upaya mencari keuntungan dari perubahan nilai tukar,” ujar Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga: Kenaikan Fuel Surcharge Berpotensi Menekan Minat Asuransi Perjalanan

“Strategi ini perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing investor, agar keputusan investasi tidak hanya mengikuti dinamika pasar dan mengejar peluang,” tambahnya.

Ni Made Daryanti mengatakan diversifikasi global dapat relevan bagi investor yang memiliki kebutuhan finansial lintas negara, seperti pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, kepemilikan aset global, atau investasi jangka panjang.

Diversifikasi tidak hanya dilakukan berdasarkan jenis aset, tetapi juga dapat mencakup sektor, negara atau wilayah, hingga mata uang. 

Memiliki banyak produk investasi belum tentu membuat portofolio terdiversifikasi jika aset masih terkonsentrasi pada pasar atau mata uang yang sama.

Investor juga perlu memperhatikan dampak perubahan kurs. Pada investasi dengan eksposur valuta asing, hasil investasi dipengaruhi oleh kinerja aset dan pergerakan nilai tukar.

Diversifikasi global dapat melengkapi investasi domestik dengan memberikan akses ke sumber pertumbuhan dan peluang investasi yang lebih luas. 

Namun, strategi ini tetap memiliki risiko, seperti perubahan nilai tukar, volatilitas pasar global, biaya transaksi dan konversi, serta risiko dari aset yang dipilih.

Diversifikasi dapat mengurangi konsentrasi risiko, tetapi tidak menjamin keuntungan maupun menghilangkan risiko investasi. 

Karena itu, kebutuhan dana dalam valuta asing, seperti biaya pendidikan anak di luar negeri, juga perlu menjadi pertimbangan sebelum investor menambah eksposur global.

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Makin Dilirik Bank, BSI dan BCA Catat Pertumbuhan

”Ketika seseorang memiliki tujuan keuangan yang melibatkan valuta asing atau eksposur terhadap pasar global, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan secara terukur. Jadi, bukan sekadar mengikuti pergerakan kurs, melainkan memahami peran setiap aset dalam keseluruhan portofolio,” tutup Ni Made Daryanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News