Daftar pemain muda terbaik setiap edisi Piala Dunia, Cubarsi terbaru
Jakarta (ANTARA) - Bek tim nasional Spanyol Pau Cubarsi melengkapi keberhasilan membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2026 dengan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen. Penghargaan tersebut diberika...
Jakarta (ANTARA) - Bek tim nasional Spanyol Pau Cubarsi melengkapi keberhasilan membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2026 dengan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen. Penghargaan tersebut diberikan setelah bek berusia 19 tahun itu tampil impresif sepanjang kompetisi dan menjadi pilar utama lini pertahanan La Furia Roja.
Cubarsi tampil penuh dalam seluruh pertandingan yang dijalani Spanyol di Piala Dunia 2026, termasuk saat mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin WIB. Konsistensi penampilannya menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010.
Bek jebolan akademi La Masia milik Barcelona itu mencatatkan 750 menit bermain penuh sepanjang turnamen, belum termasuk tambahan waktu atau injury time. Jumlah menit tersebut menjadi yang terbanyak di skuad Spanyol dan membuatnya unggul dalam persaingan penghargaan pemain muda terbaik, termasuk dari rekan setimnya, Lamine Yamal.
Yamal memang lebih banyak mencuri perhatian berkat kontribusi satu gol dan satu assist selama turnamen. Namun, pemain sayap muda itu hanya mencatatkan 615 menit bermain, sementara Cubarsi selalu menjadi pilihan utama pelatih Luis de la Fuente di jantung pertahanan.
Baca juga: Belanda terima Anugerah Fair Play Piala Dunia 2026
Peran Cubarsi sangat penting dalam membawa Spanyol mencatatkan salah satu rekor terbaik di Piala Dunia 2026. La Furia Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yakni saat menghadapi Belgia pada babak perempat final. Sementara dalam tujuh pertandingan lainnya, Spanyol sukses menjaga gawang mereka tetap nirbobol.
Selain tampil disiplin dalam bertahan, Cubarsi juga menunjukkan kematangan bermain yang jarang dimiliki pemain seusianya. Sepanjang turnamen, ia hanya menerima satu kartu kuning meski selalu dipercaya tampil penuh.
Kontribusinya juga terlihat dalam membangun serangan dari lini belakang. Cubarsi menjadi pemain Spanyol dengan jumlah umpan antarlini terbanyak di Piala Dunia 2026 setelah mencatatkan 173 umpan progresif yang sukses, memperlihatkan kemampuannya tidak hanya dalam bertahan tetapi juga mengalirkan bola ke lini tengah dan depan.
Penghargaan Pemain Muda Terbaik yang diraih Cubarsi menempatkan namanya sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia yang pernah menerima penghargaan serupa. Di antaranya adalah Pele yang memenanginya pada Piala Dunia 1958 saat membawa Brasil menjadi juara, Franz Beckenbauer pada 1966, Michael Owen pada 1998, hingga Kylian Mbappe yang meraih penghargaan tersebut pada Piala Dunia 2018.
Sejak pertama kali diberikan, penghargaan Pemain Muda Terbaik menjadi bentuk apresiasi kepada pemain berusia muda yang mampu tampil menonjol sepanjang turnamen dan memberikan pengaruh besar bagi timnya.
Baca juga: Lamine Yamal: Deretan rekor & prestasi sang juara Euro dan Piala Dunia
Berikut daftar lengkap pemenang penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia dari masa ke masa, berdasarkan data antaranews.com dan FIFA:
1958 – Pele (Brasil)
1962 – Florian Albert (Hungaria)
1966 – Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
1970 – Teofilo Cubillas (Peru)
1974 – Wladyslaw Zmuda (Polandia)
1978 – Antonio Cabrini (Italia)
1982 – Manuel Amoros (Prancis)
1986 – Enzo Scifo (Belgia)
1990 – Robert Prosinecki (Yugoslavia)
1994 – Marc Overmars (Belanda)
1998 – Michael Owen (Inggris)
2002 – Landon Donovan (Amerika Serikat)
2006 – Lukas Podolski (Jerman)
2010 – Thomas Mueller (Jerman)
2014 – Paul Pogba (Prancis)
2018 – Kylian Mbappe (Prancis)
2022 – Enzo Fernandez (Argentina)
2026 – Pau Cubarsi (Spanyol)
Baca juga: Pau Cubarsi sabet titel Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
Baca juga: Lamine Yamal pemain terbaik Liga Spanyol
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.