Daftar Bandara yang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini 6 September 2026
Kondisi tersebut membuat beberapa bandara harus menutup operasional sementara atau memperpanjang waktu penutupan demi menjaga keselamatan penerbangan.Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan, terdapat...
Kondisi tersebut membuat beberapa bandara harus menutup operasional sementara atau memperpanjang waktu penutupan demi menjaga keselamatan penerbangan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan, terdapat sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Masker Apa yang Cocok untuk Melindungi Diri dari Abu Vulkanik? Ini Pilihannya
Daftar Bandara yang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) – Tangerang, Banten
Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat menghentikan operasional sementara setelah pemeriksaan menggunakan paper test menemukan adanya abu vulkanik. Waktu penutupan kemudian diperpanjang berdasarkan pemberitahuan penerbangan atau NOTAM terbaru.
2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) – Jakarta
Bandara Halim Perdanakusuma juga terdampak sebaran abu vulkanik. Penutupan operasional di bandara ini diperpanjang sebagai langkah untuk memastikan penerbangan tetap aman.
3. Bandara Radin Inten II (TKG) – Lampung
Bandara Radin Inten II di Lampung termasuk dalam daftar bandara yang mengalami perpanjangan penutupan akibat adanya sebaran abu vulkanik di wilayah sekitar.
Baca Juga: Pemerintah Minta Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Terparah untuk Terapkan PJJ
4. Bandara Budiarto (BTO) – Curug, Tangerang
Aktivitas penerbangan di Bandara Budiarto turut terdampak kondisi abu vulkanik. Pada Minggu, 6 September 2026, waktu penutupan operasional bandara ini kembali diperpanjang.
5. Bandara Pondok Cabe (PCB) – Tangerang Selatan
Bandara Pondok Cabe juga mengalami penutupan sementara akibat kondisi sebaran abu vulkanik. Penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari upaya mengutamakan keselamatan penerbangan.
6. Bandara Husein Sastranegara (BDO) – Bandung
Bandara Husein Sastranegara di Bandung turut terdampak. Pemeriksaan melalui paper test menunjukkan adanya abu vulkanik sehingga operasional penerbangan di bandara tersebut dihentikan sementara.
7. Bandara Taufik Kiemas – Lampung
Bandara Taufik Kiemas di Lampung juga masuk dalam daftar bandara yang mengalami penutupan akibat pengaruh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
8. Bandara Atung Bungsu – Pagar Alam, Sumatera Selatan
Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, menjadi salah satu bandara lain yang terdampak. Kementerian Perhubungan mencatat bandara ini termasuk dalam wilayah yang mengalami penutupan akibat kondisi abu vulkanik.
Penutupan sejumlah bandara tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan karena abu vulkanik dapat membahayakan penerbangan. Status operasional bandara juga dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu, kondisi cuaca, hasil pemeriksaan di lapangan, dan pemberitahuan resmi penerbangan.
Karena itu, calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan sebaiknya memeriksa status penerbangan secara berkala melalui maskapai atau pengelola bandara sebelum menuju bandara.
FAQ
1. Bandara apa saja yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau?
Sejumlah bandara yang terdampak antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, Pondok Cabe, Husein Sastranegara, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
2. Apakah Bandara Soekarno-Hatta terdampak abu vulkanik?
Ya. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat menghentikan operasional setelah pemeriksaan menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik. Penutupan kemudian diperpanjang berdasarkan NOTAM terbaru.
3. Mengapa abu vulkanik dapat mengganggu penerbangan?
Abu vulkanik dapat membahayakan penerbangan karena partikel abu dapat mengganggu mesin pesawat, sistem pesawat, dan jarak pandang. Karena itu, operasional penerbangan dapat dihentikan sementara ketika kondisi dinilai tidak aman.
4. Apakah status bandara yang terdampak bisa berubah?
Ya. Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi cuaca, hasil pemeriksaan, serta pemberitahuan resmi penerbangan.
5. Apa yang harus dilakukan penumpang jika bandara terdampak?
Penumpang sebaiknya mengecek status penerbangan langsung melalui maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat. Jika terjadi perubahan jadwal atau pembatalan, ikuti informasi dan prosedur yang diberikan maskapai.
Kesimpulan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 berdampak pada operasional sejumlah bandara di beberapa wilayah.
Beberapa bandara harus menghentikan penerbangan sementara atau memperpanjang penutupan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Mengingat kondisi sebaran abu dan status operasional dapat berubah dengan cepat, calon penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
Pastikan mengecek status penerbangan melalui maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat.