Coklat Sanggau Origin dorong hilirisasi kakao Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong penguatan hilirisasi kakao melalui kolaborasi lintas pihak, salah satunya dengan meluncurkan Cokelat...
Pontianak (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong penguatan hilirisasi kakao melalui kolaborasi lintas pihak, salah satunya dengan meluncurkan Cokelat Sanggau Origin.
“Dalam konteks inilah, kehadiran Cokelat Sanggau Origin memiliki arti penting. Sanggau origin menunjukkan bahwa kakao yang dihasilkan oleh petani kita tidak harus berhenti sebagai bahan baku,” ujar Plt. Kepala Disbunnak Kalbar Rino Anteno Tenggo di Kalbar, Kamis.
Rino mengapresiasi GIZ, Kalara Borneo para pekebun serta seluruh mitra yang telah mendukung pengembangan kakao, khususnya pendampingan kepada petani di Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau dalam menghasilkan bahan baku kakao berkualitas.
Menurut dia, melalui inovasi dan kolaborasi, kakao dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki identitas daerah sehingga hasil perkebunan dari Sanggau dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia mengatakan pengembangan Sanggau Origin tidak boleh berhenti pada peluncuran produk, tetapi harus dilanjutkan dengan memastikan kualitas dan kontinuitas bahan baku, penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan kapasitas UMKM, konsistensi kualitas produk, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang sebuah produk cokelat. Kita sedang berbicara tentang potensi daerah, para petani, nilai tambah, dan masa depan kakao Kalbar,” kata dia.
Ia menjelaskan kakao merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan Kalbar. Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 159 Tahun 2021 tentang Perubahan Lampiran Pergub Nomor 28 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Pembangunan Berkelanjutan, kakao ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan perkebunan selain kelapa sawit, karet, kelapa, kopi dan lada.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, pengembangan komoditas non-sawit menjadi salah satu tujuan strategis Disbunnak Kalbar untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah.
Berdasarkan Statistik Disbunnak Kalbar 2025, luas areal kakao di Kalbar mencapai 3.185 hektare, terdiri atas 260,49 hektare tanaman belum menghasilkan, 1.472,57 hektare tanaman menghasilkan, serta 1.452,76 hektare tanaman tua atau rusak.
“Data tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki potensi yang besar, namun juga menghadapi tantangan, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan menangani tanaman tua atau rusak,” katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, pengembangan kakao perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, peningkatan mutu, penguatan kelembagaan pekebun, hingga pengembangan produk olahan dan perluasan pasar.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan kakao merupakan komoditas strategis karena memberikan dampak luas terhadap perekonomian, kelestarian lingkungan, sumber devisa melalui ekspor, serta pemberdayaan masyarakat.
Ia mengapresiasi peran dan kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan kakao di Kalbar.
“Semoga Cokelat Sanggau Origin semakin dikenal, semakin dipercaya, mampu menembus pasar premium, dan menjadi salah satu kebanggaan Kalimantan Barat,” katanya.
Heronimus mengatakan pengembangan kakao memiliki keunikan karena selain dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dan memperkuat ekonomi pekebun, komoditas tersebut juga dapat dikembangkan melalui sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pendekatan agroforestri yang memungkinkan tanaman kakao tumbuh berdampingan dengan tanaman lainnya.
“Melalui agroforestri, pengembangan kakao dapat berjalan berdampingan dengan tanaman lainnya, sehingga pengelolaan lahan tidak semata-mata berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberagaman vegetasi, keberlanjutan lingkungan dan daya dukung ekosistem,” katanya.
Peluncuran Sanggau Origin Chocolate tersebut dirangkaikan juga dengan talkshow bertema “Memperkuat Masa Depan Kakao Melalui Kolaborasi di Kalbar”.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.