pickleballvnz.com

Co-pilot Serang Pilot Flydubai dengan Kapak, Diduga Berupaya Lakukan Aksi Teror

 Berita International Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:...

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Uni Emirat Arab, VIVA –Kasus penyerangan yang dilakukan oleh seorang co-pilot Fydubai terhadap rekan kerjanya yang juga seorang pilot tengah ramai disorot. Insiden penyerangan itu terjadi saat penerbangan bernomor FZ1073 dengan rute Dubai ke Israel pada Rabu waktu setempat. 

Baca Juga

Penyelidikan atas insiden tersebut pun digelar oleh Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab (UEA). Dalam penyelidikan kasus itu, seorang pejabat UEA mengatakan bahwa co-pilot Flydubai menyerang rekan kerjanya menggunakan kapak darurat. Co-pilot itu juga mencoba mengambil alih kendali pesawat dalam dugaan upaya serangan teroris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Investigasi terhadap insiden di dalam pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 mengungkapkan bahwa kopilot berupaya melakukan aksi terror. Kopilot mulai menjalankan rencananya saat penerbangan berlangsung. Ia menyerang kapten di dalam kokpit menggunakan kapak darurat dan berusaha mengambil alih kendali pesawat," kata Jaksa Agung UEA Hamad Saif al Shamsi dalam keterangan terbaru pada Sabtu (3/10/2026) seperti dikutip dari laman NBC News. 

Baca Juga

Co-pilot yang diduga melakukan serangan tersebut, diketahui merupakan warga negara Oman, dipindahkan dari Arab Saudi ke Abu Dhabi pada Kamis, menurut Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa kondisi kesehatannya telah membaik, tetapi tidak dijelaskan secara rinci mengenai kondisi medisnya.

Sejumlah media melaporkan nama tersangka sebagai Hamam al-Hammami. Namun, pihak berwenang belum secara resmi mengungkap identitasnya dan NBC News belum dapat memverifikasi nama tersebut secara independen.

Baca Juga

The Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui perkara tersebut, melaporkan bahwa pilot itu sebelumnya dilarang terbang oleh Oman karena adanya kekhawatiran bahwa ia telah menganut pandangan ideologi radikal."

Oman Air juga belum segera menanggapi permintaan komentar mengenai apakah pilot yang dituduh melakukan serangan tersebut bekerja untuk maskapai itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Al Shamsi mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh keadaan, motif, serta kemungkinan hubungan apa pun yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Israel David Mencer mengatakan pada Jumat bahwa penyelidik Israel akan bergabung dengan penyelidik UEA untuk menyelidiki upaya pembunuhan massal ini serta memastikan secara tepat apa yang terjadi, motif dan latar belakang pelaku.

Halaman Selanjutnya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat mengatakan, seiring berjalannya waktu, gambaran mengenai kejadian ini semakin jelas, pelaku telah mengalami radikalisasi Islamis. Ia datang dengan tujuan menjatuhkan pesawat beserta seluruh penumpangnya.